KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar ekspor kabel semakin tidak menjanjikan bagi PT Supreme Cable Manufacturing Corporation Tbk. Setidaknya menurut laporan keuangan perusahaan, kontribusi ekspor bagi pendapatan di tahun 2017 hanya sebesar 0,06%. Direktur Utama Supreme Cable Bayu Adiwijaya Soepono menjelaskan saat ini pasar ekspor untuk kabel sudah dikuasai produsen lokal di setiap negara tujuan ekspor. Biaya operasional ekspor ke negara tujuan menjadi alasan utama perusahaan tidak lagi melirik pasar ekspor. “Misalnya ingin ekspor ke Singapura, mereka sudah banyak sekali. Jadi kita harganya tidak bersaing karena kabel kita harus berenang dulu ke sana dengan freight, container, itu semua biaya. Paling tidak 5% (margin laba),” katanya pada Selasa (8/5).
Pasar ekspor kabel tidak menjanjikan bagi Supreme Cable
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar ekspor kabel semakin tidak menjanjikan bagi PT Supreme Cable Manufacturing Corporation Tbk. Setidaknya menurut laporan keuangan perusahaan, kontribusi ekspor bagi pendapatan di tahun 2017 hanya sebesar 0,06%. Direktur Utama Supreme Cable Bayu Adiwijaya Soepono menjelaskan saat ini pasar ekspor untuk kabel sudah dikuasai produsen lokal di setiap negara tujuan ekspor. Biaya operasional ekspor ke negara tujuan menjadi alasan utama perusahaan tidak lagi melirik pasar ekspor. “Misalnya ingin ekspor ke Singapura, mereka sudah banyak sekali. Jadi kita harganya tidak bersaing karena kabel kita harus berenang dulu ke sana dengan freight, container, itu semua biaya. Paling tidak 5% (margin laba),” katanya pada Selasa (8/5).