Pasar Ekuitas Volatil di Tengah Era Bunga Tinggi, Dana Pensiun Lirik Deposito



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Era suku bunga tinggi dimanfaatkan pengelola dana pensiun dengan mengoptimalkan peluang di instrumen deposito. Selain bunga yang terus mendaki, instrumen tersebut bisa menjadi tempat parkir dana saat pasar ekuitas masih dilanda volatilitas.

Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Bambang Sri Mulyadi mengatakan, deposito dipandang lebih aman bagi dana pensiun meski menawarkan imbal hasil lebih rendah dibandingkan instrumen pasar modal.

Dalam kondisi pasar modal yang masih belum kondusif untuk investasi, maka dana pensiun bisa memarkir sementara dana kelolaan di keranjang tersebut.


Meski demikian, penempatan dana di deposito bukan ditujukan untuk menjadi instrumen investasi utama. Menurut dia, deposito digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas yang segera jatuh tempo.

Baca Juga: OJK: Nilai Aset Industri Dana Pensiun Sukarela Naik 4,31% pada Agustus 2026

"Serta menampung dana peserta yang mendekati masa pensiun melalui skema life cycle funds," kata Bambang, dikutip Jumat (15/10).

Di sisi lain, instrumen investasi jangka pendek lain seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menunjukkan penurunan tren imbal hasil. Kondisi ini semakin meningkatkan daya tarik deposito di mata industri dana pensiun.

Namun, Bambang bilang, tidak ada perpindahan dana secara langsung dari SRBI ke deposito. “Hanya saja, SRBI yang jatuh tempo tidak ditempatkan ke lagi SBRI seri berikutnya, ujar Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News