Pasar gonjang ganjing, begini strategi investasi dari Aberdeen



KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kondisi pasar keuangan Tanah Air dalam beberapa hari terus mengalami tekanan, mulai dari penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tembus di bawah 6.000, nilai tukar rupiah yang terus loyo terhadap dollar AS, hingga tekanan sentimen perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China terhadap pasar.

Investment Director Aberdeen Standard Investments Indonesia, Bharat Joshi mengatakan, kondisi saat ini jadi waktu yang tepat bagi investor untuk masuk. Dengan syarat investor perlu diversifikasi dalam memilih portofolionya.

"Sekarang bisa averaging down atau beli sedikit-sedikit, jangan masuk terus. Adapun produk yang saya rekomendasikan seperti obligasi dan balance fund," kata Bharat, Kamis (16/5).


Untuk kaum milenial, Bharat cenderung merekomendasikan investasi dengan return besar dan risiko tinggi, seperti saham. Untuk sektor yang menarik dilirik salah satunya sektor perbankan, khususnya bank-bank dengan buku empat.

"Kalau masih muda, bagusnya cari risiko investasi yang besar, apalagi menilik return saham tahun lalu cukup besar," jelasnya.

Meskipun Aberdeen memangkas target IHSG 2019 dari 6.700 menjad 6.600, namun dia tetap optimistis terhadap prospek tahun ini. Langkah lain yang perlu dilakukan investor yakni mengurangi porsi kas dan mengalokasikan lebih banyak dananya untuk investasi.

"Ini karena, tekanan yang terjadi di pasar keuangan saat ini cenderung karena sentimen eksternal, bukan domestik. Untuk itu harapannya di Semester II-2019 pasar akan kembali membaik," ujarnya.

Di sisi lain, Bharat memprediksi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akan bergerak di rentang Rp 14.400 - Rp 14.200 per dollar AS, dengan syarat Bank Indonesia (BI) masih akan menahan suku bunga acuannya di level 6% sepanjang 2019. Namun, jika BI memangkas suku bunga acuannya minimal 25 basis poins (bps) saja, kurs rupiah bisa menyentuh level Rp 14.100 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Azis Husaini