Pasar Industri Esports Indonesia Diproyeksi Tembus US$ 2,4 Miliar pada Tahun 2029



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Industri esports memiliki potensi ekonomi yang semakin besar. Potensi itu seiring pertumbuhan jumlah pengguna game dan munculnya berbagai profesi di dalam ekosistem esports.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Aryo Pamoragung mengatakan, nilai industri game di Indonesia mencapai sekitar Rp 32 triliun pada tahun 2025. Sementara laporan PwC memproyeksikan, pasar esports Indonesia mencapai US$ 2,4 miliar pada tahun 2029.

"Industri game itu bukan lagi sekadar permainan sebelah mata, ini adalah industri yang sangat besar, dan bagian dari ekosistem digital," kata Aryo. akhir pekan lalu.


Menurutnya,  pertumbuhan industri tersebut perlu diikuti dengan peningkatan peran pelaku lokal, termasuk kreator dan pengembang gim, agar manfaat ekonominya tidak hanya dinikmati pemain global.

Baca Juga: AirNav Kembali Perpanjang Penutupan Bandara Soetta hingga Senin (7/9) Pukul 18.00 WIB

Ketua Umum Pengurus Nasional Indonesia Esports Association (IESPA), Ibnu Sulistyo Riza Pradipto mengatakan, ekosistem esports juga membuka peluang pekerjaan di luar pemain profesional. Ia menyebut jumlah gamer aktif di Indonesia sekitar 68 juta orang.

"Ekosistemnya bukan hanya pro player, tapi juga event organizer, manajer tim esports, wasit esports, ada juga caster esports. Itu adalah opportunity," ujar Ibnu.

Pertumbuhan esports juga berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur konektivitas. Pengurus Asosiasi Penyelenggara Infrastruktur Menara Telekomunikasi (Aspimtel), Indra Gunawan mengatakan, kualitas konektivitas menjadi salah satu penopang perkembangan game daring. "Konektivitas yang bagus akan mendorong juga industri game," kata Indra.

Maka, Turnamen Esports Mobile Legends menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81 Tahun 2026. "Ini merupakan event ketiga. Sebelumnya ada seminar, ada funwalk," ujar Ketua Pelaksana Hari Bhakti Postel ke-81 Tahun 2026, Theodorus Ardi Hartoko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News