Pasar Konsumen RI Masih Terbuka, Peluang Ekspansi Dinilai Besar



KONTAN.CO.ID - KAWLOON. Pasar konsumen Indonesia dinilai masih menjadi salah satu yang paling menarik di Asia, terutama karena karakter pasarnya yang “terbuka” dan belum sepenuhnya matang. Di tengah ketidakpastian global, kondisi ini justru menciptakan peluang besar bagi pelaku usaha, baik global maupun lokal.

Partner Roland Berger sekaligus Head of Consumer Goods Practice Asia, Julien Bourdiniere, mengatakan Asia secara keseluruhan masih menjadi mesin pertumbuhan konsumsi global. Namun, Indonesia menempati posisi unik sebagai pasar dengan potensi besar sekaligus kompetisi yang belum terkunci.

“Di Indonesia, permainan masih terbuka. Masih ada banyak ruang bagi perusahaan global maupun lokal untuk berkembang,” ujar Julien kepada Kontan, di Kawloon, Rabu (25/3).


Menurutnya, dibandingkan dengan pasar Asia yang lebih matang seperti China atau Singapura, struktur kompetisi di Indonesia belum terlalu mapan. Hal ini membuat peluang masuk dan berkembang masih relatif luas bagi berbagai pemain.

Baca Juga: Produsen Motor Listrik Global Bidik Pasar Indonesia yang Tumbuh Pesat

Indonesia juga ditopang oleh faktor fundamental seperti jumlah populasi besar dan pertumbuhan konsumsi jangka panjang yang stabil. Selain itu, stabilitas ekonomi dan sentimen konsumen dinilai lebih terjaga dibandingkan beberapa negara lain di kawasan.

“Indonesia menawarkan kombinasi antara potensi jangka panjang yang signifikan dan stabilitas konsumsi yang relatif tinggi, sehingga risiko investasi menjadi lebih rendah,” jelasnya.

Di sisi lain, perubahan perilaku konsumen menjadi faktor penting yang membentuk dinamika pasar. Dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian, konsumen Indonesia cenderung kembali pada kebutuhan dasar (essentials) dan semakin rasional dalam berbelanja.

Julien menilai tren ini sejalan dengan kondisi global, di mana tekanan harga energi dan suku bunga tinggi memengaruhi daya beli masyarakat.

“Ketika konsumen merasa khawatir, mereka akan lebih fokus pada kebutuhan dasar dan kualitas yang bisa dipercaya,” katanya.

Karakter konsumen Indonesia yang relatif lebih konservatif dan berorientasi pada kebutuhan sehari-hari juga memperkuat tren tersebut. Dibandingkan negara lain yang lebih individualistik, konsumen Indonesia cenderung mengutamakan keamanan dan stabilitas dalam konsumsi.

Dalam lanskap ini, baik brand global maupun lokal memiliki peluang yang sama besar. Brand global masih unggul dari sisi kualitas, reputasi, dan pengalaman, sementara brand lokal memiliki keunggulan dalam memahami pasar dan kedekatan dengan konsumen.

Menurut Julien, kunci sukses di Indonesia terletak pada kemampuan membangun kepercayaan dan menawarkan nilai yang relevan dengan kebutuhan konsumen.

“Jika brand mampu membangun kepercayaan dan menawarkan kualitas yang konsisten, mereka memiliki peluang besar untuk menang di pasar Indonesia,” ujarnya.

Namun demikian, ia memperkirakan dalam jangka panjang, brand lokal akan semakin kuat dan menjadi pesaing serius bagi pemain global, seiring dengan meningkatnya kapabilitas dan pemahaman pasar domestik.

Meski peluang besar, tantangan utama di Indonesia justru bukan pada sisi permintaan, melainkan pada aspek operasional. Faktor geografis sebagai negara kepulauan, kompleksitas logistik, hingga regulasi menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha.

Distribusi yang tidak merata dan ketergantungan pada kondisi cuaca juga membuat rantai pasok menjadi lebih kompleks dibandingkan negara lain.

“Kesulitannya bukan pada menemukan peluang, tetapi bagaimana mengeksekusi dan mengoperasionalkan bisnis di Indonesia,” kata Julien.

Dengan kondisi tersebut, perusahaan dituntut untuk lebih adaptif, termasuk dalam strategi harga dan kemasan (price-pack architecture), guna menjangkau berbagai segmen konsumen sekaligus menjaga profitabilitas.

Ke depan, Roland Berger memproyeksikan Indonesia akan tetap menjadi salah satu pasar prioritas di Asia dalam 5–10 tahun mendatang, didorong oleh pertumbuhan populasi, stabilitas ekonomi, dan transformasi perilaku konsumen.

Baca Juga: Produsen Motor Listrik Global Bidik Pasar Indonesia yang Tumbuh Pesat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News