Pasar Kripto Diproyeksi Masuki Fase Konsolidasi di Kuartal II 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar kripto diperkirakan memasuki fase konsolidasi pada kuartal II 2026. Hal ini dipengaruhi berbagai kombinasi sentimen global.   

Vice President Indodax Antony Kusuma melihat prospek pasar kripto di Kuartal II 2026 sebagai fase konsolidasi menuju pemulihan pasca koreksi di awal tahun. Arah pasar di kuartal ini masih cenderung dipengaruhi dinamika makroekonomi dan kondisi geopolitik, seperti ketegangan di Timur Tengah.

“Fokus utama pasar saat ini tertuju pada transisi kepemimpinan The Fed pada Mei 2026 yang berpotensi mempengaruhi independensi bank sentral AS,” ujar Antony kepada Kontan, Kamis (2/4/2026). 


Antony menambahkan, ketidakpastian politik ini dapat memicu pelemahan nilai tukar dolar AS, yang pada gilirannya berpotensi mendorong permintaan terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi moneter.

Baca Juga: Geopolitik Memanas, Transaksi Kripto Kuartal I 2026 Menurun

Menguatnya arus dana institusi melalui ETF juga diproyeksikan menjadi motor pemulihan harga Bitcoin, sekaligus membuka peluang rebound bagi aset kripto lain yang sempat terkoreksi dalam. Kombinasi adopsi institusional dan perbaikan likuiditas global ini memberikan sinyal positif bagi penguatan pasar di sepanjang periode ini.

Di dalam negeri, pengalihan pengawasan aset kripto ke OJK mulai menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat dan teratur. 

“Meski fundamentalnya kuat dan prospeknya positif, pergerakan harga di masa transisi ini akan tetap fluktuatif, sehingga kami terus mengimbau investor untuk selalu melakukan riset mandiri (DYOR) dan disiplin menerapkan manajemen Risiko,” kata Antony.

CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan, prospek kripto pada kuartal II 2026 diperkirakan cenderung fluktuatif namun tetap memiliki peluang pertumbuhan (cautiously optimistic). Setelah mengalami penurunan pada awal tahun , pasar kripto secara global memang sedang berada dalam fase penyesuaian, dimana harga dan aktivitas trading sempat melemah akibat sentimen pasar dan ketidakpastian regulasi.

Namun, secara fundamental, prospek ke depan masih cukup positif. Hal ini didorong beberapa faktor seperti meningkatnya adopsi institusional, perkembangan regulasi yang semakin jelas di bawah pengawasan OJK. 

Sementara untuk pasar kripto global, beberapa analis melihat potensi pemulihan pasar di paruh berikutnya seiring masuknya kembali aliran dana dari investor besar dan produk seperti ETF kripto.

"Ke depan, pasar kripto pada kuartal II 2026 kemungkinan akan bergerak dalam fase konsolidasi (naik-turun), sambil menunggu katalis positif seperti peningkatan minat investor, kondisi makroekonomi yang lebih stabil, serta kondisi geopolitik yang lebih stabil," jelas Calvin.

Calvin mengingatkan risiko volatilitas dan tekanan jangka pendek, serta prospek kripto tetap terbuka untuk pertumbuhan dalam jangka menengah hingga panjang.

Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Masih Volatil, Tapi Berpeluang Rebound di Kuartal II 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News