Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Hadirkan Layanan Futures untuk Trader



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan pasar kripto yang masih cenderung sideways dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun begitu, pasar kripto masih tetap membuka peluang bagi trader dan investor. 

Di tengah kondisi tersebut, Bittime menilai instrumen futures dapat menjadi salah satu alternatif strategi untuk menghadapi berbagai arah pergerakan pasar.

Berdasarkan data CoinMarketCap per Jumat (17/6) pukul 08.35 WIB, harga Bitcoin melemah 1,11% dalam 24 jam terakhir dan naik 0,90% dalam sepekan ke level US$ 63.831. Namun, dalam satu bulan terakhir Bitcoin masih bergerak di kisaran US 66.000, mencerminkan kondisi pasar yang relatif stagnan.


Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (17/7): Anjlok Rp 27.000 Jadi Rp 2.606.000 Per Gram

Pasar pun mencermati bahwa kripto pada semester II 2026 masih akan dipengaruhi sejumlah sentimen global, mulai dari perkembangan geopolitik hingga arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Meski demikian, kondisi tersebut dinilai tetap membuka peluang bagi trader yang mampu menerapkan strategi sesuai kondisi pasar.

Menjawab kebutuhan tersebut, Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan layanan Bittime Futures pada 15 Juli 2026.

Peluncuran ini dilakukan setelah Bittime memperoleh izin dari PT Central Finansial X (CFX). Izin ini menjadikan Bittime sebagai PAKD pertama yang memperoleh lisensi Futures dari CFX pada era pengawasan dan pengaturan kripto di bawah OJK.

Kehadiran Bittime Futures melengkapi ekosistem investasi Bittime yang kini mencakup Spot, Staking, dan Futures, sehingga menghadirkan lebih banyak cara berinvestasi bagi masyarakat Indonesia melalui berbagai pilihan strategi investasi aset kripto dalam satu platform.

Direktur PT Central Finansial X (CFX), Lukas Lauw, mengatakan instrumen derivatif merupakan bagian penting dalam pendalaman pasar karena memberikan pilihan strategi investasi sekaligus manajemen risiko yang lebih komprehensif bagi konsumen.

"Kami menyambut baik langkah inovatif dari anggota bursa dan berharap peluncuran layanan derivatif oleh Bittime ini dapat meningkatkan adopsi derivatif secara domestik, tentunya dengan tetap menjadikan tata kelola, integritas pasar, dan perlindungan konsumen sebagai prioritas utama," kata Lukas dalam keterangan resmi, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: IHSG Dibuka Turun Tipis ke 6.101,9 Hari Ini (17/7), Top Losers LQ45: HRTA, WIFI, AKRA

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan setiap fase pasar menghadirkan peluang yang berbeda sehingga trader membutuhkan strategi yang lebih fleksibel.

"Melalui Bittime Futures, kami ingin memberikan alternatif bagi trader Indonesia untuk menerapkan strategi yang lebih fleksibel, dengan tetap mengedepankan edukasi, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi," ujar Ryan.

Bittime Futures menawarkan empat fleksibilitas utama, yaitu Flexible Trading Pairs, Flexible Trade Direction, Flexible Leverage, dan Flexible Margin Mode. 

Pada tahap awal, pengguna dapat memperdagangkan 49 pasangan aset kripto dengan leverage hingga 25x, memilih Cross Margin atau Isolated Margin, serta diwajibkan mengikuti knowledge test sebelum mengakses fitur futures sebagai bagian dari komitmen Bittime terhadap edukasi dan pelindungan konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News