Pasar Kripto Menguat, Analis: Hindari Fomo dan Lakukan Profit Taking



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga aset kripto mendorong investor untuk tetap disiplin dalam menyusun strategi investasi. 

Melansir data CoinMarketCap pukul 19.41 WIB, Bitcoin naik 2,95% secara harian ke level US$ 78.239. Ethereum menguat 4,18% ke level US$ 2.399, sementara Solana naik 3,22% ke US$ 88,40.

Di tengah tren penguatan, pelaku pasar diingatkan agar tidak terbawa euforia yang justru berisiko memicu keputusan keliru.


Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai dalam kondisi pasar yang sedang menguat, investor perlu menghindari keputusan berbasis fear of missing out (FOMO) dan tetap mengedepankan perencanaan yang matang sebelum masuk ke pasar.

Baca Juga: Prospek Emiten Energi Grup Pertamina Mulai Menguat, Ini Rekomendasi Saham dari Analis

Ia menyarankan investor menerapkan strategi dollar-cost averaging (DCA) untuk membantu mengelola risiko akibat fluktuasi harga. Selain itu, penetapan batas risiko sejak awal juga menjadi hal penting, termasuk dengan menggunakan mekanisme stop-loss.

"Pada akhirnya, disiplin dalam manajemen risiko serta prinsip do your own research (DYOR) menjadi faktor kunci agar keputusan investasi tetap terukur dan tidak semata dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek," ujar Antony kepada Kontan, Rabu (22/4/2026).

Sejalan dengan itu, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menekankan pentingnya menjaga disiplin di tengah kenaikan harga kripto. 

Menurut dia, salah satu risiko terbesar saat pasar menguat adalah masuk di level puncak harga (buying the top).

Baca Juga: Empat Reformasi Diakui MSCI, BEI Coret Saham HSC dari Indeks Unggulan

Oleh karena itu, pendekatan bertahap seperti DCA dinilai masih relevan untuk mengurangi risiko kesalahan dalam menentukan waktu masuk pasar.

Selain strategi akumulasi, Calvin juga menyarankan investor untuk mulai melakukan profit taking secara parsial, terutama bagi yang sudah mencatatkan keuntungan.

Langkah ini dinilai penting mengingat karakter pasar kripto yang cenderung volatil, sehingga koreksi dapat terjadi sewaktu-waktu meskipun tren utama masih menguat.

"Dengan mengamankan sebagian keuntungan, investor tetap bisa menjaga eksposur jika tren berlanjut," kata Calvin.

Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, kombinasi antara manajemen risiko, disiplin investasi serta strategi masuk dan keluar yang terukur dinilai menjadi kunci bagi investor untuk menjaga kinerja portofolio di tengah reli kripto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: