Pasar lesu, emiten semen tertekan pada kuartal III



JAKARTA. Lesunya pasar semen hingga kuartal III membuat emiten semen mulai tertekan. Rata-rata pada kuartal III emiten semen mengalami penurunan pendapatan maupun laba.

Seperti, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat pendapatan menurun 12% menjadi RP 11,3 triliun dari Rp 12,8 triliun di periode sama tahun lalu. Sementara laba perusahaan juga menurun tipis 1,1% menjadi Rp 3,13 triliun dari Rp 3,17 triliun.

Sekretaris perusahaan INTP Pigo Pramusakti mengatakan yang harus dipahami adalah kondisi pasar semen yang sedang over supply dengan tambahan enam pemain baru ke Indonesia. Selain itu penyerapan konsumsi ritel juga masih terbilang rendah padahal pendapatan didominasi dari pendapatan ritel mencapai 75%.


”Bulan September saja penjualan minus 4% dibanding September tahun lalu,,” kata Pigo kepada KONTAN belum lama ini.

Penurunan penjualan pada bulan September ini disebabkan rendahnya penyerapan Semen di wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang mencapai turun dua digit. Padahal INTP menjadi penguasa pasar untuk wilayah jawa barat dengan pangsa pasar 50%.

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) juga membukukan pendapatan yang menurun 0,2 % menjadi Rp 19,1 triliun dari Rp 19,114 triliun. Adapun laba bersih perseroan juga menurun 23% menjadi Rp 2,92 triliun dari Rp 3,2 triliun.

Sebelumnya Sekretaris Perusahaan SMGR Agung Wiharto mengatakan hanya 20% penjualan semen SMGR yang masuk ke proyek infrastruktur. Sementara, sisanya merupakan penjualan melalui ritel.

Dari data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) konsumsi semen Indonesia total konsumsi semen Nasional Januari – September konsumsi semen di Jakarta menurun 11% menjadi 3,47 juta ton dari 3,88 juta ton yoy. Banten, Jawa Barat menurun 9,9% dan 1,7% menjadi 2,15 juta ton dan 6,35 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto