KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan sektor logistik dan manufaktur mendorong ESR Group Limited (ESR), perusahaan pengelola dan pengembang aset real estat yang berfokus di Asia-Pasifik, bersama Indonesia Investment Authority (INA) dan sejumlah mitra pemodal mengembangkan dua fasilitas pergudangan modern di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dua proyek tersebut yakni ESR Cikarang Logistics Park 4 di Kawasan Industri Jababeka dan ESR Cibitung Distribution Hub di MM2100 Industrial Town. Pembangunan ESR Cikarang Logistics Park 4 resmi dimulai melalui seremoni
groundbreaking pada Selasa (11/8/2026). Head of Southeast Asia ESR, Jai Mirpuri, mengatakan pembangunan fasilitas baru tersebut dilakukan untuk menangkap permintaan yang terus meningkat dari pelanggan sektor manufaktur dan logistik.
Menurutnya, kedua proyek dirancang untuk memenuhi kebutuhan aset logistik berskala lebih besar dengan spesifikasi lebih tinggi di kawasan strategis. “Kami sangat antusias untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan INA, setelah baru-baru ini berhasil melakukan realisasi investasi yang sukses bagi mereka di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu pasar paling menarik di Asia Tenggara, didukung oleh pertumbuhan fundamental yang kuat,” kata Jai dalam keterangan tertulis, Selasa (11/7/2026).
Baca Juga: INA dan ESR Buru Cuan Logistik, Dua Gudang Raksasa Dibangun di Cikarang ESR Cikarang Logistics Park 4 merupakan fasilitas industri dan logistik Grade A yang ditargetkan selesai pada 2027. Fasilitas ini akan menjadi gudang modern yang disewakan kepada pihak ketiga (
non-captive) terbesar di kawasan Jababeka. Proyek tersebut menyasar kebutuhan penyedia jasa logistik pihak ketiga (
third-party logistics/3PL) internasional dan regional hingga pabrik multinasional yang membutuhkan lokasi strategis dengan konektivitas kuat terhadap kawasan industri dan jaringan rantai pasok Indonesia. Selain itu, ESR dan INA mengembangkan ESR Cibitung Distribution Hub, fasilitas logistik Grade A tiga lantai di MM2100 Industrial Town Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi pada 2028 untuk memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap pergudangan modern yang dirancang khusus bagi kegiatan manufaktur dan distribusi regional. Kedua proyek berada di koridor industri wilayah timur Jabodetabek yang menjadi klaster manufaktur dan logistik yang berkembang pesat. Penambahan fasilitas tersebut akan meningkatkan pasokan infrastruktur logistik modern untuk mendukung pertumbuhan sektor industri dan rantai pasok nasional.
Baca Juga: Permintaan Gudang Logistik Diproyeksi Tetap Kuat Sepanjang Tahun 2026 ESR menyebut pasar transportasi barang dan logistik Indonesia diproyeksikan menembus US$188 miliar pada 2031. Pertumbuhan tersebut didorong tingginya permintaan sektor
e-commerce, peningkatan ekspor manufaktur, serta konsumsi domestik. Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramadhana, mengatakan pengembangan dua proyek tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi INA dan ESR yang telah terjalin sejak 2023. “Sejak menjalin kemitraan dengan ESR pada tahun 2023, kami terus memperkuat kolaborasi kami di Indonesia. Berlokasi strategis di dua kawasan industri terkemuka di koridor industri wilayah timur Jabodetabek, proyek-proyek pengembangan ini merupakan investasi strategis di pasar pergudangan modern Indonesia yang tingkat penetrasinya masih rendah, sekaligus mencerminkan keyakinan kami terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang di sektor ini,” kata Oki. Menurut Oki, prospek pergudangan modern tetap kuat, didukung tren
nearshoring pada aktivitas manufaktur, peningkatan penetrasi e-commerce, dan industrialisasi yang terus berkembang. Kedua fasilitas akan dikembangkan dengan standar teknis tinggi, termasuk jarak bebas vertikal yang tinggi dan daya dukung lantai yang diperkuat untuk mendukung otomasi tingkat tinggi dan kebutuhan pelanggan. Fasilitas tersebut juga akan mengadopsi desain hemat energi melalui pencahayaan dan ventilasi alami, sistem pembangkit energi terbarukan di lokasi, serta sistem proteksi kebakaran sesuai standar industri.
Baca Juga: Bisnis Gudang Logistik Tetap Kuat, Pengembang Optimistis Bertumbuh hingga Akhir 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News