Pasar Menanti Pidato Warsh, Rupiah Diproyeksi Stabil Hari Ini (27/8)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berpeluang bergerak terbatas pada perdagangan hari ini (27/8/2026). Sekedar mengingatkan, rupiah cenderung stabil di tengah respons pasar terhadap sejumlah sentimen global dan domestik pada Rabu (26/8/2026).

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah tipis 0,01% ke level Rp 17.725 per dolar AS pada Rabu (26/8/2026). Sejalan dengan itu, kurs rupiah Jisdor melemah 0,08% menjadi Rp 17.717 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sentimen domestik yang menjadi perhatian pasar berasal dari kondisi perekonomian Indonesia yang dinilai masih belum berada pada tingkat optimal.


Ibrahim juga mencermati pertumbuhan kredit masih dapat terus didorong, mengoptimalkan undisbursed loan yang saat ini mencapai Rp 2.548 triliun atau sekitar 21% dari plafon dan upaya penguatan daya beli masyarakat.

Baca Juga: Rebalancing MSCI Segera Berlaku, Cek Saham yang Terdampak & Rekomendasi Analis

Menurutnya, ruang pertumbuhan juga masih terbuka melalui peningkatan penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penguatan pembiayaan di segmen tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi eksternal, pasar masih mencermati arah kebijakan moneter Federal Reserve. Salah satu perhatian utama investor adalah pidato Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole.

"Pidato Warsh di Jackson Hole dapat memberikan indikasi yang lebih jelas mengenai pandangan The Fed terhadap keseimbangan antara inflasi yang persisten dan prospek ekonomi secara keseluruhan," jelas Ibrahim.

Sementara itu, investor juga akan mencermati data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS. Data tersebut akan memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi ekonomi sekaligus tekanan inflasi di Negeri Paman Sam.

Presiden Federal Reserve Bank of Boston Susan Collins sebelumnya menyatakan dukungannya untuk mempertahankan suku bunga tetap tidak berubah untuk saat ini, dengan catatan inflasi terus menunjukkan kemajuan menuju target 2% yang ditetapkan bank sentral.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Melemah: Tertekan Data Inflasi AS Jelang Laporan Laba Nvidia

"Perhatian para investor kini beralih pada data PCE AS dan pidato penting pertama Warsh sebagai Ketua The Fed di simposium Jackson Hole pada hari Jumat," katanya.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksi, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.720 - Rp 17.760 per dolar AS pada hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News