Pasar minibus diprediksi stagnan



JAKARTA. Perhelatan pemilihan umum (pemilu) yang bakal digelar empat bulan lagi rupanya tak membuat penjualan minibus dan mikrobus meningkat. Bahkan, tahun ini, penjualan mikrobus diperkirakan bakal stagnan.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengatakan, penjualan mikrobus dan minibus tahun ini bakal relatif stabil. "Adanya pemilu tidak berdampak terlalu signifikan terhadap penjualan kendaraan bermotor," katanya kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Catatan saja, penjualan minibus dan mikrobus hingga November 2013 sebanyak 20.137 unit atau 1,83% dari total penjualan kendaraan non sedan nasional.


Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Rio Sanggau bilang, menjelang pemilu, belum ada sinyal peningkatan penjualan mobil minibus dan mikrobus. Namun, pasokan mobil minibus andalan Daihatsu, yakni Daihatsu Grand Max, belum bisa memenuhi permintaan pasar. "Saat kapasitasnya penuh, kami baru bisa menjual 2.000 unit per bulan," katanya.

PT Krama Yudha Tiga Berlian pemegang merek Mitsubishi juga melihat pasar minibus dan mikrobus cenderung stagnan dibanding pasar lainnya seperti pikap dan light truck. Duljatmono, Operating General Manager Mitsubishi Motors Company mengatakan, pasar minibus dan mikrobus hanya menyumbang sekitar 3% dari total penjualan Mitsubishi.

Meski ada peluang permintaan dari pemilu, namun saat ini Duljatmono belum melihat dampak yang signifikan menjelang pemilu.

Di kelas minibus, Mitsubishi mengusung mobil Mitsubishi T-120 ss yang hingga November 2013 mencatatkan penjualan hanya sekitar 720 unit. Untuk kelas mikrobus, Mitsubishi menghadirkan L-300 yang penjualannya sampai November 2013 sekitar 792 unit.

Duljatmo bilang, meski ada pemilu, kenaikan kedua mobil tersebut tidak akan terlalu besar. "Penjualan masing-masing jenis mobil ini sekitar 1.000 unit sampai akhir 2014," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi