KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar mobil bekas diperkirakan masih memiliki ruang untuk tumbuh hingga penghujung 2026. Menguatnya penjualan mobil baru belakangan ini turut menjadi katalis bagi aktivitas perdagangan kendaraan bekas di pasar domestik. Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) Jany Candra mengatakan, prospek bisnis mobil bekas saat ini masih bagus. Hal tersebut tercermin dari kinerja Caroline.id yang disebut masih memiliki ruang pertumbuhan cukup besar.
“Prospek masih bagus, terutama untuk Caroline.id yang masih bisa tumbuh sekitar 50% pada kuartal kedua tahun ini,” ujar Jany kepada Kontan, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga: Bisnis Hotel Mulai Bidik Kota Lapis Kedua dan Ketiga di Indonesia Menurut Jany, permintaan konsumen di pasar mobil bekas saat ini masih didominasi oleh kendaraan jenis multi purpose vehicle (MPV). Mobil dengan banderol di bawah Rp 200 juta menjadi salah satu segmen yang paling banyak diminati konsumen. “Mobil yang paling banyak dicari adalah mobil MPV harga di bawah Rp 200 juta,” katanya.
Harga Mobil Bekas Relatif Stabil
Dari sisi harga, Jany menilai harga mobil bekas masih cenderung stabil. Namun, kondisi tersebut berpotensi berubah apabila kenaikan harga mobil baru terus berlanjut. “Tren harga mobil relatif stabil tetapi ada kemungkinan akan meningkat, tren harga mobil baru yang mulai naik,” jelasnya.
Baca Juga: Polymindo Permata Siap Bawa ViroFab ke Pasar Properti Premium Kenaikan harga mobil baru dapat memberikan pengaruh terhadap pasar mobil bekas karena kendaraan bekas menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin mendapatkan mobil dengan harga lebih terjangkau.
Penjualan Mobil Bekas Berpeluang Naik di Semester II 2026
Jany juga optimistis pasar mobil bekas mampu mencatatkan pertumbuhan pada paruh kedua 2026. Optimisme tersebut salah satunya didasarkan pada pola penjualan pada periode sebelumnya yang menunjukkan kinerja semester kedua cenderung lebih tinggi dibandingkan semester pertama. “Dari pengalaman sebelumnya prospek penjualan paruh kedua biasanya lebih tinggi dari paruh pertama. Jadi kemungkinan akan naik,” pungkas Jany. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News