KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) angkat bicara mengenai volatilitas pasar modal yang signifikan imbas sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) akhir-akhir ini. Presiden Direktur MSIG Life Wianto Chen menerangkan alokasi MSIG Life untuk saham di Indonesia terhitung kecil. Menurutnya, di tengah ketidakpastian yang terjadi saat ini terutama dari MSCI, memang ada dampaknya terhadap laba pada semester I-2026. Dia bilang pihaknya juga sedang mengawasi dampak lebih lanjut terkait sentimen tersebut.
Meski demikian, Wianto menyampaikan pihaknya juga melakukan investasi di pasar global dan pasar global cenderung lebih stabil daripada kondisi di domestik saat ini. Alhasil, diversifikasi portofolio tersebut membuat perusahaan masih tetap mendapatkan profit investasi dari penempatan di pasar global.
Baca Juga: Kredit Korporasi KB Bank Tumbuh 8,8% hingga September 2026 "Dengan demikian, dapat menyeimbangkan
loss maupun
profit perusahaan," katanya Selasa (27/10/2026). Wianto juga mengungkapkan terkait dengan dana nasabah yang merupakan kewajiban perusahaan, tentunya MSIG Life akan sangat berhati-hati mengalokasikannya dengan kebijakan
asset liability matching yang prudent dan ditempatkan ke aset-aset yang sangat stabil, terutama instrumen Surat Berharga Negara (SBN). "Kami menempatkan ke SBN atau
government bonds sesuai dengan durasi yang dijaga dan aset
liability matching," ucapnya. Untuk dana perusahaan, Wianto menerangkan pihaknya juga akan mengalokasikan dengan hati-hati mempertimbangkan kebutuhan likuiditas. Dia bilang situasi saat ini juga membuat perusahaan melakukan diversifikasi, termasuk mempertimbangkan instrumen
offshore. "Sebab, ada pertimbangan pertumbuhan ekuitas luar negeri yang kuat dan juga dari sisi mata uang," kata Wianto.
Baca Juga: AAJI Optimis Lini Asuransi Kesehatan Bisa Makin Membaik Seiring Adanya POJK 36/2025 Terkait kinerja perusahaan, MSIG Life mencatat laba sebesar Rp 181 miliar pada semester I-2026, berdasarkan laporan keuangan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117. "Nilainya meningkat 69% secara Year on Year (YoY)," ujar Wianto saat konferensi pers di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026). Wianto mengungkapkan ada sejumlah faktor yang menjadi penopang peningkatan laba perusahaan. Dia bilang salah satunya dipicu
profitability dari keberagaman produk MSIG Life yang makin membaik. Sebab, ada
shifting juga dari asuransi
individual endowment, protection, kemudian juga
repricing untuk asuransi kesehatan yang sudah dilakukan itu juga berdampak kepada profitabilitas kami," ungkapnya. Wianto menjelaskan ada juga faktor dari premi renewal yang meningkat, sehingga tercermin dari
Contractual Service Margin (CSM) perusahaan yang meningkat 8% secara YoY menjadi sebesar Rp 913 miliar pada semester I-2026. Hal itu juga mencerminkan keuntungan masa depan dari kontrak asuransi yang berjalan dan dibukukan secara bertahap sepanjang masa pertanggungan menjadi meningkat. Selain itu, Wianto menyebut adanya faktor kontribusi positif dari hasil investasi perusahaan. Dia bilang diversifikasi portofolio menjadi salah satu strategi perusahaan untuk mendorong hasil investasi di tengah gejolak pasar keuangan dalam negeri. "Walaupun domestik turun, tetapi dari sisi
currency dan hasil investasi luar negeri itu membantu secara signifikan. Dengan demikian, total hasil dari investasi nonunitlink kami sangat kuat," tuturnya.
MSIG Life membukukan ekuitas mencapai Rp 8,19 triliun pada semester I-2026. Adapun rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) berada di level 1.381,6% atau di atas batas minimum dari regulator yang sebesar 120%. Sementara itu, MSIG Life mencatat pendapatan premi bisnis baru yang disetahunkan atau Annual Premium Equivalent (APE) tumbuh 7% secara YoY menjadi Rp 790 miliar pada semester I-2026. MSIG Life juga menyampaikan sudah membayarkan klaim kesehatan dan meninggal dunia sebesar Rp 545 miliar pada semester I-2026. Adapun sebanyak 1 juta tertanggung mempercayakan perlindungannya kepada MSIG Life pada semester I-2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News