KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Infovesta Utama memproyeksikan unitlink berbasis pasar uang dan pendapatan tetap berpotensi meraih return atau imbal hasil positif hingga akhir 2026. Hal itu mengingat tingginya volatilitas pasar modal Indonesia.
Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menerangkan meski harga obligasi juga tertekan, unitlink berbasis pendapatan tetap berpotensi meraih hasil positif, karena masih tertolong oleh pendapatan kupon atau bunga. "Masih pasar uang dan potensi pendapatan tetap yang dapat diharapkan positif pada akhir tahun ini," katanya kepada Kontan, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Berikut Tantangan yang Bisa Mempengaruhi Pembiayaan Fintech Lending pada 2026 Untuk unitlink saham, Wawan memperkirakan kinerjanya pada tahun ini terbilang cukup menantang. Dia bilang salah satunya dipicu ketidakpastian perang Iran dan Israel-Amerika Serikat di tengah kondisi yang masih panas. Wawan mengatakan apabila konflik terus berlanjut dan mengerek harga minyak, bisa saja sulit mengharapkan unitlink saham memiliki
return positif dalam jangka pendek. "Dengan ketidakpastian yang ada, sulit mengharapkan unitlink saham memiliki
return positif dalam jangka pendek, kecuali perdamaian tercapai. Bagi investor yang melakukan investasi berkala dan
horizon jangka panjang, maka saat ini bisa mendapatkan harga yang murah," ucapnya. Jika menilik data Infovesta terbaru secara
year to date (ytd), rata-rata
return unitlink berbasis saham terkontraksi paling dalam sebesar 7,11% per Maret 2026. Wawan menerangkan terkontraksinya
return unitlink saham tak terlepas dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turut menurun tajam sepanjang Maret 2026. Wawan menjelaskan menurunnya kinerja IHSG disebabkan efek perang Iran dan Israel-Amerika Serikat. Namun, dia mengatakan kinerja unitlink saham terbilang lebih baik dibandingkan IHSG. Asal tahu saja, IHSG anjlok 14,41% atau 1.187,04 poin selama Maret 2026, ditutup di level 7.048,22 pada 31 Maret 2026.
"Pada Maret 2026, IHSG sendiri turun signifikan akibat dampak perang. Meski unitlink saham terkoreksi dalam, tetapi masih lebih baik dari kinerja IHSG. Artinya. investasi pada unitlink saham risikonya lebih terjaga," kata Wawan kepada Kontan, Jumat (10/4/2026). Sementara itu, kinerja unitlink berbasis campuran juga tercatat melemah, dengan rata-rata return terkontraksi 4,43% per Maret 2026. Adapun unitlink pendapatan tetap rata-rata return-nya terkontraksi sebesar 1,55% per Maret 2026. Hanya unitlink berbasis pendapatan tetap yang berhasil mencatatkan kinerja positif, dengan rata-rata return sebesar 0,74% per Maret 2026.
Baca Juga: Pegadaian Resmikan Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News