JAKARTA. Pasar motor gede alias moge kian tergencet. Setelah terkena beban kenaikan pajak penjualan barang mewah (PPnBM), kini pelaku bisnis sepeda motor berukuran mesin jumbo ini harus menerima kenyataan penguatan dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. Penguatan nilai dollar ini membuat harga sepeda motor gede yang diimpor ini menjadi lebih mahal. Kondisi ini membuat distributor moge mulai menyusun rencana untuk melakukan penyesuaian harga. PT Mabua Harley Davidson Indonesia (MHD) misalnya, perusahaan ini berencana menaikkan harga jual moge jika dolar AS menembus Rp 13.000 per dollar. "Jika rupiah terus melemah mungkin ada kenaikan harga," ujar Irvino Edwardly, Sales and Marketing Director PT Mabua Harley Davidson Indonesia, Irvino Edwardly, kepada KONTAN (24/12).
Pasar moge kian tergencet
JAKARTA. Pasar motor gede alias moge kian tergencet. Setelah terkena beban kenaikan pajak penjualan barang mewah (PPnBM), kini pelaku bisnis sepeda motor berukuran mesin jumbo ini harus menerima kenyataan penguatan dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. Penguatan nilai dollar ini membuat harga sepeda motor gede yang diimpor ini menjadi lebih mahal. Kondisi ini membuat distributor moge mulai menyusun rencana untuk melakukan penyesuaian harga. PT Mabua Harley Davidson Indonesia (MHD) misalnya, perusahaan ini berencana menaikkan harga jual moge jika dolar AS menembus Rp 13.000 per dollar. "Jika rupiah terus melemah mungkin ada kenaikan harga," ujar Irvino Edwardly, Sales and Marketing Director PT Mabua Harley Davidson Indonesia, Irvino Edwardly, kepada KONTAN (24/12).