KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek pasar obligasi korporasi hingga akhir 2026 diperkirakan masih bergerak dinamis seiring tekanan eksternal yang belum mereda. Pelemahan rupiah, kenaikan yield global, serta ketidakpastian geopolitik dinilai menjadi kombinasi sentimen yang perlu dicermati pelaku pasar dan calon emiten. Fixed Income Analyst PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Doni Kuswantoro, mengatakan outlook suku bunga global dan domestik saat ini menjadi perhatian utama pelaku pasar obligasi. Menurut dia, sentimen pasar cenderung tertekan akibat kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah yang berpotensi berlangsung berkepanjangan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap inflasi global serta mempengaruhi ekspektasi suku bunga, sehingga mendorong kenaikan yield obligasi secara global.
Pasar Obligasi Korporasi Dibayangi Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Yield
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek pasar obligasi korporasi hingga akhir 2026 diperkirakan masih bergerak dinamis seiring tekanan eksternal yang belum mereda. Pelemahan rupiah, kenaikan yield global, serta ketidakpastian geopolitik dinilai menjadi kombinasi sentimen yang perlu dicermati pelaku pasar dan calon emiten. Fixed Income Analyst PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Doni Kuswantoro, mengatakan outlook suku bunga global dan domestik saat ini menjadi perhatian utama pelaku pasar obligasi. Menurut dia, sentimen pasar cenderung tertekan akibat kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah yang berpotensi berlangsung berkepanjangan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap inflasi global serta mempengaruhi ekspektasi suku bunga, sehingga mendorong kenaikan yield obligasi secara global.