Pasar otomotif tertekan, BMW Astra tetap yakin raih pertumbuhan double digit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BMW Astra, dealer yang masih dalam bagian PT Astra International Tbk (ASII, anggota indeks Kompas100) optimistis meraih penjualan double digit hingga akhir tahun ini. 

Marketing & CRM Department Head BMW Astra Martha Andhyka Maharani menjelaskan sejauh ini penjualan BMW Astra masih stabil. "Kalau merek lain, penjualan memang kurang begitu bagus di tahun ini, tapi untuk penjualan mobil luxury khususnya BMW Astra masih bagus. Tetap tumbuh dibanding tahun sebelumnya," jelasnya saat ditemui Kontan.co.id di Jakarta, Selasa (12/11). 

Baca Juga: Beri pengalaman balapan dengan mobil mewah, Astra BMW gelar Joyfest 2019


Martha optimistis di akhir tahun ini BMW Astra bisa meraih pertumbuhan penjualan 10%-15% year on year (yoy) hingga akhir 2019. Adapun penopang pertumbuhan double digit ini menurut Martha karena ada lonjakan penjualan di kuartal keempat. 

Martha menjelaskan setelah perhelatan politik selesai, penjualan BMW Astra tumbuh lebih baik karena ada sejumlah produk baru yang diluncurkan. Dia bilang banyak seri baru yang di-launching, yakni X5 dan X7 yang penjualannya tinggi. Kemudian ada BMW Seri 3 yang diklaim legend kembali diluncurkan. 

Adapun dari target pertumbuhan hingga 15% tersebut, di semester pertama tahun ini Martha bilang baru tercapai 40%. 

Namun, Martha yakin target double digit bisa tercapai karena melihat penjualan BMW Astra yang terkerek setelah acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada Juni 2019 lalu. Kemudian Martha menyatakan hingga Oktober 2019 penjualan juga semakin tumbuh. 

Kendati demikian, Martha tidak bisa menyebutkan secara rinci berapa banyak unit yang terjual. Ia hanya memastikan, kinerja tersebut mencerminkan pertumbuhan perusahaan yang tetap positif di tengah keadaan saat ini. 

Baca Juga: Resmi mengaspal, Xpander Cross dibanderol mulai Rp 260 jutaan

Nah, untuk prospek bisnis di 2020 mendatang, meskipun pelaku di industri otomotif pesimistis, BMW Astra justru optimistis mampu tumbuh dengan positif. Martha menjelaskan barang-barang yang baru diluncurkan akhir tahun akan inden datang semua di 2020. "Pastinya BMW Astra bisa jaring penjualan dari situ," jelasnya. 

Selain itu, setelah kondisi politik yang sudah stabil, Martha percaya pelanggan akan lebih yakin mengeluarkan uangnya karena keadaan dalam negeri sudah lebih aman. Martha bilang, meskipun tahun depan tidak tumbuh signifikan atau double digit seperti 2019, BMW Astra tetap yakin dapat meraih pertumbuhan positif. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi