JAKARTA. Pasar perhiasan di Amerika Serikat (AS) menjanjikan peluang yang menggiurkan bagi pengusaha Indonesia. Tengok saja pada pameran perhiasan yang digelar di Negeri Uwak Sam itu pada 27-30 Juli lalu. Produk perhiasan Indonesia berhasil memikat sejumlah konsumen luar negeri, baik di AS maupun negara lainnya. Padahal, itulah kali pertama Indonesia mengikuti ajang tersebut.Yang lebih menggembirakan, beberapa perusahaan dalam negeri sudah melakukan penjajakan kontrak dagang dengan pembeli asing. “Padahal, untuk masuk ke pasar AS tidak semudah yang dikira,” ungkap Bachrul Chairi, Ketua Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), Departemen Perdagangan (Depdag) di Jakarta, sore tadi. Pada ajang tersebut, terdapat sekitar 16 perusahaan perhiasan Indonesia yang turut andil. Mereka berhasil meraup sekitar US$ 350 ribu hanya dalam kurun waktu empat hari. Menurut Radu Malem Sembiring, Direktur Pengembangan Ekspor Wilayah Amerika Eropa, Depdag, selain AS, terdapat beberapa negara lain yang berminat menjalin kerjasama dengan Indonesia. Diantaranya yakni Meksiko dan negara-negara Eropa.Itu artinya, tambah Radu, peluang Indonesia mengekspor secara langsung ke A.S terbuka luas. "Apalagi respon pembeli di sana bagus sekali," ujar Radu. Umumnya, kata Radu, pasar Amerika lebih menyukai karya etnik Indonesia dengan desain modern.
Pasar Perhiasan AS Sangat Menjanjikan
JAKARTA. Pasar perhiasan di Amerika Serikat (AS) menjanjikan peluang yang menggiurkan bagi pengusaha Indonesia. Tengok saja pada pameran perhiasan yang digelar di Negeri Uwak Sam itu pada 27-30 Juli lalu. Produk perhiasan Indonesia berhasil memikat sejumlah konsumen luar negeri, baik di AS maupun negara lainnya. Padahal, itulah kali pertama Indonesia mengikuti ajang tersebut.Yang lebih menggembirakan, beberapa perusahaan dalam negeri sudah melakukan penjajakan kontrak dagang dengan pembeli asing. “Padahal, untuk masuk ke pasar AS tidak semudah yang dikira,” ungkap Bachrul Chairi, Ketua Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), Departemen Perdagangan (Depdag) di Jakarta, sore tadi. Pada ajang tersebut, terdapat sekitar 16 perusahaan perhiasan Indonesia yang turut andil. Mereka berhasil meraup sekitar US$ 350 ribu hanya dalam kurun waktu empat hari. Menurut Radu Malem Sembiring, Direktur Pengembangan Ekspor Wilayah Amerika Eropa, Depdag, selain AS, terdapat beberapa negara lain yang berminat menjalin kerjasama dengan Indonesia. Diantaranya yakni Meksiko dan negara-negara Eropa.Itu artinya, tambah Radu, peluang Indonesia mengekspor secara langsung ke A.S terbuka luas. "Apalagi respon pembeli di sana bagus sekali," ujar Radu. Umumnya, kata Radu, pasar Amerika lebih menyukai karya etnik Indonesia dengan desain modern.