KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus perumahan terlantar masih menjadi tantangan bagi konsumen properti di sejumlah daerah, termasuk Karawang. Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karawang, sebanyak 65 dari 473 perumahan yang terdata di wilayah tersebut masuk kategori terlantar akibat ditinggalkan pengembang. Di tengah kondisi tersebut, pengembang properti dituntut memberikan kepastian pembangunan dan serah terima kepada konsumen. Salah satunya dilakukan Citanusa Group melalui proyek Grahayana Homes di pusat Kota Karawang.
Pada 22 Agustus 2026, Grahayana Homes melakukan serah terima perdana seluruh unit pada fase pertama kepada konsumen. Manajemen menyebut seluruh unit pada fase tersebut diserahterimakan sesuai jadwal yang ditetapkan sejak awal pemasaran. Direktur Grahayana Homes, Nerisa Arviana mengatakan, ketepatan waktu serah terima menjadi salah satu hal yang penting bagi konsumen karena berkaitan langsung dengan realisasi janji pengembang.
Baca Juga: Properti Residensial Masih Prospektif,Karawang Green Village Catat Kenaikan Penjualan “Bagi kami, serah terima bukan sekadar menyerahkan kunci. Di balik setiap kunci ada kepercayaan konsumen yang harus kami jaga. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa apa yang kami janjikan sejak awal dapat kami wujudkan, mulai dari proses pembangunan hingga rumah benar-benar siap untuk ditempati,” ujar Nerisa dalam keterangannya, Senin (24/8/2026). Menurut dia, pencapaian ketepatan waktu pada fase pertama tersebut didukung oleh perencanaan pembangunan, pengawasan konstruksi, serta manajemen proyek. Citanusa Group sendiri telah berkiprah di industri properti selama lebih dari 30 tahun. Nerisa mengatakan, perusahaan juga berupaya memastikan aspek perizinan dan legalitas proyek sejak awal, termasuk pengelolaan konstruksi dan pendanaan agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. “Kami selalu memastikan dari awal bahwa perizinan proyek aman dan lengkap. Selain itu, manajemen proyek juga kami jaga dengan baik, baik dari segi konstruksi di lapangan maupun dari sisi pendanaan, agar setiap tahapan pembangunan bisa berjalan sesuai rencana hingga rumah siap diserahkan kepada konsumen,” katanya. Di sisi lain, Karawang masih menjadi salah satu wilayah yang menarik bagi investor. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang, realisasi investasi di wilayah tersebut mencapai Rp11,38 triliun pada kuartal I 2026.
Baca Juga: Metland (MTLA) Ungkap 40% Pembeli Rumahnya Generasi Muda, Ini Hunian yang Diburu Capaian tersebut menempatkan Karawang di posisi kedua tertinggi di Jawa Barat. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang investasi terbesar dengan realisasi Rp8,08 triliun, disusul informasi dan komunikasi Rp1,5 triliun serta real estat Rp1,25 triliun. Posisi real estat di tiga besar sektor investasi menunjukkan masih adanya aktivitas di pasar properti Karawang, seiring dengan pertumbuhan kawasan industri dan urbanisasi. Nerisa menilai, pertumbuhan investasi tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap hunian. Namun, kondisi tersebut juga menuntut pengembang untuk menjaga kepercayaan konsumen melalui kepastian pembangunan. “Masuknya real estat sebagai salah satu sektor investasi terbesar di Karawang menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap pasar properti di sini masih tinggi. Tapi kepercayaan itu harus dijaga dengan bukti. Serah terima tepat waktu ini adalah cara kami menunjukkan bahwa investasi masyarakat di sektor real estat Karawang berada di tangan yang tepat,” pungkasnya. Grahayana Homes merupakan kawasan hunian yang berlokasi sekitar satu menit dari Jalan Tuparev, pusat aktivitas perdagangan di Kota Karawang. Proyek tersebut menawarkan tiga tipe rumah dengan luas tanah mulai 60 meter persegi hingga 88 meter persegi.
Selain hunian, kawasan tersebut juga menyediakan ruko. Harga rumah dipasarkan mulai dari kisaran Rp600 jutaan, sementara ruko mulai Rp900 jutaan. Citanusa Group menyatakan proses serah terima untuk unit pada fase berikutnya akan dilanjutkan dengan standar pembangunan dan target waktu yang telah ditetapkan.
Baca Juga: REI Optimistis Sektor Properti Tumbuh Hingga 8% pada 2027 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News