JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dianggap masih dapat tumbuh pada tahun ini. Apalagi dengan adanya relaksasi aturan loan to value atau kredit kepemilikan rumah (KPR), serta rendahnya suku bunga acuan tentu menjadi stimulus pasar properti. Beberapa analis, meyakini pasar properti dapat tumbuh pada tahun ini. Imbasnya kredit rumah dari BBTN pun dapat tumbuh sejalan dengan peningkatan permintaan. Analis NH Korindo Bima Setiaji mengatakan, pertumbuhan pinjaman BBTN hingga Oktober tahun lalu sudah tumbuh 16,63% menjadi Rp 132,89 triliun dari Rp 154,99 triliun periode sama tahun 2015. Sehingga pada pada tahun 2016 ini, Bima memprediksi BBTN dapat tumbuh 15%-17%, yang didukung dari relaksasi aturan LTV dan rendahnya suku bunga kredit acuan.
Pasar properti naik, kinerja BBTN juga bisa tumbuh
JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dianggap masih dapat tumbuh pada tahun ini. Apalagi dengan adanya relaksasi aturan loan to value atau kredit kepemilikan rumah (KPR), serta rendahnya suku bunga acuan tentu menjadi stimulus pasar properti. Beberapa analis, meyakini pasar properti dapat tumbuh pada tahun ini. Imbasnya kredit rumah dari BBTN pun dapat tumbuh sejalan dengan peningkatan permintaan. Analis NH Korindo Bima Setiaji mengatakan, pertumbuhan pinjaman BBTN hingga Oktober tahun lalu sudah tumbuh 16,63% menjadi Rp 132,89 triliun dari Rp 154,99 triliun periode sama tahun 2015. Sehingga pada pada tahun 2016 ini, Bima memprediksi BBTN dapat tumbuh 15%-17%, yang didukung dari relaksasi aturan LTV dan rendahnya suku bunga kredit acuan.