Pasar saham Asia diprediksi flat



HONG KONG. Pasar saham Asia diperkirakan akan cenderung flat, Senin (7/8). Investor menunggu tanggapan Korea Utara terkait sanksi yang dijatuhkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Sabtu lalu, Dewan Kemanan PBB sepakat memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara terkait uji coba rudal balistik antar benua pada bulan Juli. Reuters mengatakan, seperti dikutip CNBC, Senin (7/8), sanksi tersebut dapat mengurangi pendapatan ekspor tahunan sebesar US$ 3 miliar.

Sejumlah analis mengatakan, sanksi tersebut tidak mungkin bisa menghalangi pemimpin Korut Kim Jong Un untuk mengejar ambisinya mengembangkan senjata nuklir.


Pasar futures mengindikasikan pergerakan flat di bursa Asia, hari ini. Pasar berjangka SPI Australia diperdagangkan di 5.684, lebih rendah dari penutupan indeks acuan ASX 200 sebelumnya di 5.720,58.

Nikkei futures di Chicago berada di level 20.080, lebih tinggi dari penutupan indeks acuan Jepang pekan lalu pada 19.952,33.

Di sisi lain, Senin pagi, indeks dolar diperdagangkan di level 93,38, setelah rebound dari level di bawah 92,80 pada akhir pekan lalu. Dollar bangkit pada Jumat, menyusul laporan penyerapan tenaga kerja AS bulan Juli melebihi ekspektasi. 

Adapun, yen Jepang diperdagangkan pada level 110,76 per dollar AS pada pukul 6.49 waktu Hong Kong. Sementara, dollar Australia diperdagangkan pada level 0,7933 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini