Pasar Saham dan Obligasi Tertekan, Dana Kelolaan Panin AM Turun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Koreksi di instrumen pasar modal berdampak pada dana kelolaan reksadana milik PT Panin Asset Management (Panin AM).

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengungkapkan, dana kelolaan atau asset under management (AUM) Panin AM mencatatkan penurunan pada periode Juni 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

"Pada Mei 2026 tercatat Rp 14,1 triliun, turun menjadi Rp 13,4 triliun di Juni," ujar Rudiyanto kepada Kontan, Selasa (7/7/2026).


Menurutnya, koreksi pada instrumen underlying di pasar modal menjadi pemicu utama susutnya dana kelolaan tersebut.

"Penurunan harga IHSG dan harga obligasi adalah penyebab utamanya," tambah Rudiyanto.

Baca Juga: Dana Kelolaan Reksadana Menyusut, Per Juni 2026 Tercatat Rp 652,9 Triliun

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menyebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi hingga 7,9% secara month-to-month (mtm) ke level 5.643,19 pada Juni 2026.

Begitu pula di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ikut melemah sebesar 1,6% mtm ke level 429,85.

Alhasil, nilai aktiva bersih (NAB) reksadana secara industri ikut merosot 4,79% mtm menjadi Rp 652,9 triliun seiring adanya net redemption jumbo sebesar Rp 23,75 triliun.

Di tengah volatilitas pasar finansial yang menekan AUM industri maupun manajer investasi ini, Rudiyanto menyarankan investor untuk tetap tenang dalam mengelola portofolio mereka.

Pelaku pasar diharapkan tidak gegabah memindahkan seluruh dana dan tetap berpegang pada rencana investasi awal.

"Investasi reksadana itu sebaiknya dilakukan secara diversifikasi sesuai profil risiko, bukan hanya 1 jenis tertentu saja," jelas Rudiyanto.

Baca Juga: IHSG Reli 5 Hari Berturut-turut, Cek Saham Net Buy Tebesar Asing, Selasa (7/7)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News