Pasar Saham Dikepung Sentimen Negatif, Berikut Proyeksi IHSG Selama Ramadan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham masih dikepung sejumlah sentimen negatif menjelang bulan Ramadan. Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis menyebut, pelaku pasar masih berfokus dengan kondisi ekonomi global, terlebih adanya pelemahan harga komoditas. Faktor ini akan menjadi sentimen domestik mulai melambatnya data perekonomian Indonesia.

Sehingga, Azis memproyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang Ramadan 2023 masih memiliki tendensi bergerak melemah.

“Faktor global masih membuat pelaku pasar wait and see,” kata Azis kepada Kontan.co.id, Senin (20/3). Azis memproyeksi support IHSG berada di 6.509–6.557 dan resistance 6.781-6.890 sampai akhir April 2023.


Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai, menjelang puasa ini IHSG justru berada dekat dengan area support. Sehingga, jika pelaku pasar melihat sebagai suatu kesempatan dan peluang, mestinya dapat membuat nilai transaksi bursa mulai mengalami peningkatan.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Positif Pekan Ini, Cek Rekomendasi Saham dari Indo Premier Sekuritas

Namun, bisa jadi investor cenderung menahan diri untuk menambah aset berisiko seperti saham. “Ini terjadi di tengah keraguan sebagian investor untuk menambah posisi di tengah sentimen negatif krisis perbankan di luar seperti Silicon Valley Bank (SVB) dan Credit Suisse,” kata Ivan, Senin (20/3).

Di sisi lain, menurut Ivan normalisasi jam perdagangan kemungkinan bisa memberi efek peningkatan transaksi di bursa. Target Ivan, base case scenario IHSG sebulan ke depan berada di rentang 6.800-6.850, dengan syarat selama indeks tidak jebol ke bawah level 6.510.

Baca Juga: IHSG Tumbang 0,98% ke 6.612 Hingga Tutup Pasar Senin (20/3)

Investor bisa mencuil peluang dari saham barang konsumsi yang bisa mendapat sentimen dari perayaan ramadan. Untuk saham pilihan dari consumer noncyclical yang bisa dicermati menurut Ivan ada saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang sedang menguji area support Rp 5.950. Kemudian ada saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang masih bertahan di atas support psikologis Rp 4.000. Ada juga saham PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) selama masih di atas supportnya di Rp 1.340.

Senada, menurut Azis saham-saham retail dan konsumsi masih menarik untuk dicermati. Hanya saja, seiring masih adanya kekhawatiran pelaku pasar akan ketidakpastian global, pelaku pasar bisa melakukan wait and see atau dollar cost averaging atau cicil beli. Saham yang menarik ada PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan potensi upside 10%-15%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati