Pasar Saham Diramal Positif hingga Akhir 2023, Ini Sektor Saham Andalan MAMI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memprediksi, pasar saham Indonesia akan bergerak positif hingga akhir tahun 2023. Hal ini sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang punya potensi kenaikan cukup besar.

Senior Portfolio Manager, Equity MAMI Samuel Kesuma menilai, valuasi IHSG saat ini sangat menarik. Price earning ratio (PE) IHSG saat ini di bawah 13x, lebih rendah dari rata-rata perusahaan Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir yang mempunyai PE 15x.

Menurutnya, level IHSG saat ini sama sekali tidak mencerminkan banyak kemajuan kondisi ekonomi Indonesia dan kinerja laba emiten pada semester 1 2023.


"Banyak sektor yang membukukan pertumbuhan laba lebih baik dari ekspektasi, seperti otomotif, telekomunikasi, dan energi," ucap Samuel dalam acara Media Update MAMI secara online, Selasa (15/8).

Baca Juga: Pasar Obligasi Bakal Naik, Ini Strategi Manulife Aset Manajemen Maksimalkan Return

Untuk akhir tahun 2023, Samuel memprediksi IHSG dapat mencapai level 7.700 dalam skenario dasar. Asumsi ini didasarkan pada tingkat PE di 14,3x dengan rata-rata pertumbuhan laba emiten tahun 2023 sebesar 6%.

Faktor pendukungnya berasal dari aktivitas industri dan produksi yang diprediksi lebih baik pada semester 2 2023. Belanja pemerintah juga akan lebih banyak terjadi di semester 2 seiring dengan kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan semakin gencar pada kuartal IV-2024.

Pelaku pasar juga menanti kejelasan calon presiden dan calon wakil presiden beserta dengan program-program kerjanya.

Melihat faktor-faktor tersebut, Samuel menilai, pasar saham menjadi semakin atraktif bagi investor dengan horizon investasi yang panjang. Pasalnya, pasar saham menawarkan entry point dan upside potential yang menarik.

Pertumbuhan profitabilitas perusahaan yang baik, pandangan positif investor asing terhadap Indonesia dan valuasinya yang atraktif diharapkan dapat menjadi faktor pendorong pasar saham ke depannya.

"Valuasi yang cenderung rendah membuat pergerakan pasar tidak terlalu sensitif terhadap goncangan di pasar finansial, mengurangi risiko downside," kata Samuel.

Samuel merekomendasikan sektor yang terkait dengan green economy. Investasi di industri terkait kendaraan listrik secara organik akan meningkatkan permintaan bahan mineral.

Dalam jangka panjang, apabila Indonesia bisa memproduksi baterai mobil listrik sendiri, maka hal ini akan membantu pendapatan negara dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga: Reksadana dengan Underlying Obligasi Korporasi BUMN Karya Terdampak Gagal Bayar WSKT

Selain itu, sektor finansial juga akan diuntungkan oleh ekonomi Indonesia yang kuat dan likuiditas yang masih cukup tinggi. Hal ini memungkinkan perbankan untuk meningkatkan marjin sambil menjaga kualitas kredit.

Sektor lainnya yang direkomendasikan adalah sektor telekomunikasi. Kebutuhan terhadap pulsa dan daya juga terus meningkat, termasuk untuk hiburan dan transaksi belanja. Kondisi ini membuat operator bisa menaikkan harga paketnya secara gradual.

Dengan begitu, operator berpotensi mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang sehat ke depannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi