KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pasar saham global mengalami penurunan tajam pada Jumat (27/3/2026), sementara harga minyak melonjak dipicu oleh belum adanya kemajuan dalam mengakhiri konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama empat minggu. Situasi ini mulai menggerus kepercayaan konsumen dan pelaku bisnis di berbagai negara. Aksi jual di pasar saham global semakin dalam dalam beberapa hari terakhir. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait negosiasi dinilai semakin kurang berpengaruh dibandingkan kondisi di kawasan Teluk, di mana serangan masih berlangsung dan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia secara efektif terblokade oleh Iran. Di Wall Street, tiga indeks utama ditutup melemah, dengan saham sektor konsumsi non-primer, keuangan, komunikasi, dan teknologi menjadi pendorong utama penurunan. Para ekonom dan pelaku usaha mulai meyakini bahwa gangguan pasokan minyak dunia akibat konflik ini akan mendorong inflasi global dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Pasar Saham Global Tertekan, Saat Harga Minyak dan Emas Sama-sama Naik
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pasar saham global mengalami penurunan tajam pada Jumat (27/3/2026), sementara harga minyak melonjak dipicu oleh belum adanya kemajuan dalam mengakhiri konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama empat minggu. Situasi ini mulai menggerus kepercayaan konsumen dan pelaku bisnis di berbagai negara. Aksi jual di pasar saham global semakin dalam dalam beberapa hari terakhir. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait negosiasi dinilai semakin kurang berpengaruh dibandingkan kondisi di kawasan Teluk, di mana serangan masih berlangsung dan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia secara efektif terblokade oleh Iran. Di Wall Street, tiga indeks utama ditutup melemah, dengan saham sektor konsumsi non-primer, keuangan, komunikasi, dan teknologi menjadi pendorong utama penurunan. Para ekonom dan pelaku usaha mulai meyakini bahwa gangguan pasokan minyak dunia akibat konflik ini akan mendorong inflasi global dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.