Pasar Saham Goncang, Danantara Sebut Valuasi Saham BUMN Rendah dan Menarik Dibeli



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. BPI Danantara melihat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menjadi momentum untuk masuk berinvestasi di emiten BUMN kala valuasi sahamnya rendah saat ini.

Asal tahu saja, MSCI meluncurkan konsultasi atas usulan reklasifikasi MSCI Indonesia Indexes dari Emerging Market menjadi Standalone Market, dengan keputusan akhir paling lambat akhir Juni 2027.

Per 15.19 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah turun 11,27% hari ini, Jumat (16/10/2026). Sejak awal tahun, IHSG anjlok 39,89% year to date (YTD).


Baca Juga: IHSG Ambruk 11%, Ancaman Turun Kasta MSCI Picu Risiko Dana Asing Kabur

CEO Danantara Rosan Roeslani mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rangka mereformasi pasar saham untuk menjadi lebih baik dengan governance yang lebih tinggi, transparansi, dan juga akuntabilitas yang makin meningkat.

Danantara melihat bahwa hal ini bisa menjadi momentum untuk masuk ke saham emiten BUMN lantaran valuasinya saat ini sudah rendah karena terjadi koreksi harga.

“Kami melihatnya ini adalah suatu opportunity ke depannya. Sebagai Danantara, selalu melihat investasi itu sebagai long-term investment, bukan sebagai investor in and out yang anytime bisa masuk,” ujarnya dalam konferensi pers di BEI, Jumat (16/10/2026).

Rosan bilang pihaknya meyakini dan menganalisa bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan BUMN sangat baik.

Namun, misalnya emiten BUMN sektor perbankan, valuasinya masih di bawah rerata peers. Sektor industri lain juga baik, seperti sektor infrastruktur dan telekomunikasi.

Baca Juga: IHSG Anjlok 8% Efek MSCI, Dana Asing Ratusan Triliun Terancam Kabur

“Kami melihat dan sekarang sangat meyakini perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa kita ini akan meningkat ke depannya, kami sangat meyakini,” katanya.

Lebih lanjut, Rosan tidak menampik bahwa volatilitas di pasar saham tak terhindarkan. Namun, volatilitas itu bukan karena fundamental, tetapi lebih terkait teknikal harga dan rumor pasar.

“Oleh sebab itu, kita harus tetap melihat ini suatu kesempatan. Kami optimistis dan Danantara siap masuk karena ini adalah momen yang sangat baik untuk kita berinvestasi ke saham-saham yang ada di Indonesia,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News