Pasar Saham Makin Volatile, Intip 8 Saham Pilihan yang Masih Punya Peluang Menarik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga kini cenderung bergerak sideways. IHSG cenderung tertekan di tengah ancaman resesi di Amerika Serikat (AS) yang kian meningkat.

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Robertus Hardy menyebut, potensi tersebut dapat dilihat dari kurva imbal hasi (yield) US Treasury yang sudah mulai berbalik (inverted yield). Akibatnya, kemungkinan Amerika memasuki resesi semakin besar.

“Karena berdasarkan beberapa siklus ekonomi sebelumnya, pada saat yield curve itu inverted, pasti akan diikuti oleh setidaknya resesi secara teknis,” kata Hardy dalam acara Economic Seminar by Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jumat (12/5).


Histori tersebut menjadi dasar untuk memprediksi arah pergerakan market yang dinilai cenderung volatile. Kendati demikian, Hardy menilai kondisi Indonesia masih kuat dengan tidak adanya sentimen yang benar-benar negatif.  

Baca Juga: IHSG Turun 0,71% ke 6.707 Hari Jumat (12/5), ARTO, BRIS, BBTN Top Gainers LQ45

“Jadi ke depan kita masih memperkirakan ini akan sideways, dan ada risiko yang meningkat untuk bergerak lebih negatif,” terang Hardy. 

Maka dari itu, Hardy merekomendasikan beberapa emiten yang dapat dijadikan sebagai pilihan utama. Saham-saham ini telah diseleksi dari indeks Sri-Kehati kehati, ESG Sector Leaders IDX KEHATI, dan ESG Quality 45 IDX KEHATI. Hardy mencermati saham-saham ini memiliki risiko penurunan yang paling rendah. 

Adapun saham-saham tersebut antara lain, PT Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), PT Telkom Indonesia Persero Tbk (TLKM), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Baca Juga: Harga Saham BBCA dan ADRO Kompak Memerah di Perdagangan Bursa Jumat (12/5)

Secara umum kedelapan saham tersebut mempunyai valuasi lebih rendah, pertumbuhan yang masih positif, profitability yang lebih tinggi dan momentum pergerakan harga saham yang masih cukup favorable

Lebih rinci, BMRI dan BFIN memiliki valuasi yang jauh lebih rendah meskipun profitabilitasnya relatif sama dengan BBCA. Sedangkan MPMX, INTP, dan TLKM memberikan potensi hasil dividen masing-masing sebesar 4,8%, 4,9%, dan 3,0% berdasarkan harga penutupan terbaru. 

Di sisi lain, tekanan jual pada harga saham ASII pasca cum date dividen sudah berakhir. Dengan itu, investor harus mempertimbangkan fundamental yang menarik karena Hardy memproyeksikan industri otomotif tanah air tahun ini memiliki kinerja yang lebih baik.

Baca Juga: Saham Emiten Hijau Semakin Menghijau

Kemudian, MAPI mengalami peningkatan laba kuartal pertama 2023 setelah pajak sebesar 87% YoY. Hal tersebut menunjukkan kinerja operasional yang jauh lebih baik. 

Laba bersih AKRA di kuartal pertama 2023 juga melonjak 42% YoY. Peningkatan laba AKRA ditopang oleh penjualan tanah yang cukup besar di kawasan industrinya dan peningkatan permintaan bahan bakar serta bahan kimia yang signifikan dari kontraktor pertambangan dan peleburan logam dasar. 

Dengan demikian, kedelapan saham tersebut menjadi saham top picks Hardy yang dapat diperhatikan investor selama kondisi market yang cenderung bergerak volatile.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati