Pasar SBN Dihadapkan Tekanan Penurunan Outlook Moody's, Ini Kata ADPI



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar Surat Berharga Negara (SBN) dihadapkan tekanan penurunan outlook oleh Moody's dan tekanan jual asing yang menyebabkan kenaikan yield. Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menilai adanya kondisi tersebut bisa memberikan dampak terhadap investasi dana pensiun.

Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi mengatakan saat ini memang banyak dana pensiun lebih memilih investasi di SBN dibandingkan instrumen lain. Hal itu karena SBN dinilai lebih aman, sehingga dengan adanya kenaikan yield, sebetulnya bisa menambah portofolio di SBN. 

"Dengan catatan, apabila likuiditas penyelenggara masih ada dan kesesuaian dengan kebutuhan likuiditasnya masih memadai," katanya kepada Kontan, Kamis (12/2).


Baca Juga: Indomobil Finance (IMFI) Tawarkan Obligasi Rp 2,5 Triliun, Cek Jadwalnya

Mengenai proyeksi tahun ini, ADPI menilai kemungkinan alokasi investasi di instrumen SBN masih bisa naik. Mengingat, fungsi SBN bagi keberlanjutan dana pensiun.

Terkait strategi investasi yang perlu dilakukan, Bambang menyampaikan dana pensiun perlu menerapkan penempatan di SBN dengan harga rendah. "Selain itu, dapat exit saat gains dan butuh likuiditas," ucap Bambang.

Jika menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total investasi dana pensiun di instrumen SBN mencapai Rp 150,85 triliun per akhir 2025. Nilainya tercatat meningkat 11,16%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 135,71 triliun. 

Selanjutnya: Pasokan Minyak Mentah Saudi ke China pada Maret Diperkirakan Naik ke Level Tertinggi

Menarik Dibaca: Anti Pucat! Ini 4 Warna Lipstik yang Cocok untuk Kulit Kuning Langsat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News