JAKARTA. Performa Proton Edar Indonesia (PEI) mengendur tahun lalu, hanya ada 523 unit yang terjual atau turun hampir 50% dibanding 2013 dengan pencapaian 1.088 unit. Kompetisi pasar yang sulit, 2014 yang dianggap tahun politik, dan perubahan konfigurasi penjualan nasional menjadi alasan tidak banyak mobil Proton baru yang beredar pada 2014. “Tahun lalu memang kita belum ada produk baru dan juga karena kompetisi pasar. Tahun lalu juga tahun politik, ada Pemilu dan Pilpres segala macam yang membuat jualan semakin macet. Ini yang membuat pasar semakin, sengit,” terang Presiden Direktur PEI Mohd Asri Bin Khayan tentang penurunan hasil PEI di Jakarta, Jumat (13/2). Hal lain yang disoroti adalah berkembangnya pasar LCGC dan MPV bawah. Pada 2014, LCGC naik lebih dari dua kali lipat dibanding 2013, menjadi 172.120 unit. Pada MPV bawah, meski turun tipis, total penjualan menggapai 361.261 unit. “Itu menukar pandangan pasar mobil Indonesia. Konfigurasinya berubah tiba-tiba,” jelas Asri.
Pasar semakin sengit, Proton justru tenggelam
JAKARTA. Performa Proton Edar Indonesia (PEI) mengendur tahun lalu, hanya ada 523 unit yang terjual atau turun hampir 50% dibanding 2013 dengan pencapaian 1.088 unit. Kompetisi pasar yang sulit, 2014 yang dianggap tahun politik, dan perubahan konfigurasi penjualan nasional menjadi alasan tidak banyak mobil Proton baru yang beredar pada 2014. “Tahun lalu memang kita belum ada produk baru dan juga karena kompetisi pasar. Tahun lalu juga tahun politik, ada Pemilu dan Pilpres segala macam yang membuat jualan semakin macet. Ini yang membuat pasar semakin, sengit,” terang Presiden Direktur PEI Mohd Asri Bin Khayan tentang penurunan hasil PEI di Jakarta, Jumat (13/2). Hal lain yang disoroti adalah berkembangnya pasar LCGC dan MPV bawah. Pada 2014, LCGC naik lebih dari dua kali lipat dibanding 2013, menjadi 172.120 unit. Pada MPV bawah, meski turun tipis, total penjualan menggapai 361.261 unit. “Itu menukar pandangan pasar mobil Indonesia. Konfigurasinya berubah tiba-tiba,” jelas Asri.