Pasar Tablet Indonesia Kian Kompetitif, Produsen Membidik Segmen Premium



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Persaingan pasar tablet di Indonesia semakin mengarah ke perangkat yang tidak hanya untuk konsumsi konten, juga mendukung pekerjaan dan aktivitas produktivitas.

Kondisi ini membuka ruang bagi produsen untuk menggarap berbagai segmen. Mulai dari tablet terjangkau hingga perangkat premium dengan dukungan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) misalnya, pada semester I 2026 mencatat penjualan tablet meningkat lebih dari 35% secara tahunan alias year on year (yoy). Head of Legal Counsel & Corporate Affair Erajaya Group, Amelia Allen mengatakan, mayoritas permintaan masih berasal dari tablet dengan harga di bawah Rp 5 juta.


Segmen tersebut menawarkan keseimbangan antara harga dan spesifikasi untuk berbagai kebutuhan konsumen. Namun, permintaan terhadap tablet premium juga mulai meningkat seiring berkembangnya kemampuan perangkat untuk menunjang produktivitas.

“Tablet premium dengan dukungan aksesori seperti keyboard mampu menjadi alternatif perangkat kerja yang lebih ringan dan portabel dibandingkan notebook,” ujar Amelia kepada Kontan, belum lama ini. 

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menilai perkembangan fungsi tablet menjadi salah satu faktor yang menopang pasar. Kebutuhan belajar, bekerja secara hybrid hingga konsumsi konten digital masih menjadi pendorong permintaan.

Baca Juga: Prospek Migas Natuna D-Alpha Besar, Ini Tantangan yang Harus Dihadapi

Menurutnya, tablet yang semakin mendekati laptop membuat perangkat ini tidak lagi sekadar untuk hiburan. "Meski pertumbuhannya tidak secepat saat pandemi, pasar tetap berkembang, terutama di segmen menengah hingga premium yang menawarkan fitur produktivitas dan AI,” ujar Heru.

Perkembangan tersebut turut mendorong produsen menghadirkan tablet dengan spesifikasi yang semakin diarahkan untuk kebutuhan produktivitas. Huawei, misalnya, kembali membawa seri MatePad Air ke Indonesia melalui Huawei MatePad Air (2026) yang mulai dipasarkan sejak pekan lalu. 

Perangkat tersebut dijual seharga Rp 14 juta dan menyasar segmen premium dengan membawa sejumlah fitur produktivitas berbasis AI serta dukungan aksesori seperti keyboard dan stylus.

Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia Edy Supartono mengatakan, salah satu pembeda MatePad Air (2026) terletak pada layar Oled PaperMatte yang menggunakan teknologi anti-glare dan anti-reflection. Teknologi tersebut ditujukan untuk mengurangi pantulan cahaya sehingga perangkat tetap nyaman digunakan di berbagai kondisi pencahayaan, termasuk di luar ruangan

Huawei MatePad Air (2026) menggunakan layar OLED PaperMatte berukuran 12 inci dengan resolusi 2,8K dan refresh rate hingga 144 Hz. Layar tersebut juga mendukung penggunaan stylus untuk aktivitas menulis maupun menggambar.

Edy mengatakan, layar tersebut untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari bekerja hingga mengelola dokumen dan menikmati konten. “Baik itu untuk bekerja, melihat entertainment atau produktivitas dalam mengelola dokumen seperti Office, contohnya,” ujar Edy.

Heru memperkirakan pasar tablet masih memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya adopsi AI dan kebutuhan perangkat yang mendukung mobilitas. Namun, tablet belum sepenuhnya menggantikan laptop maupun PC, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan kemampuan komputasi lebih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News