Pasar Tenaga Kerja AS Lesu, Di Desember Cuma Tercipta 50.000 Lowongan



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat (AS) melambat lebih dari yang diperkirakan pada Desember. Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan, Jumat (9/1/2026), jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian atawa non-farm payroll (NFP) AS meningkat sebesar 50.000 pekerjaan bulan lalu.

Di bulan sebelumnya, NFP meningkat sebesar 56.000. Realisasi NFP di Desember tersebut jauh lebih buruk dari konsensus proyeksi para ekonom, yang memprediksi jumlah pekerjaan di sektor swasta di luar sektor pertanian akan meningkat 66.000 di akhir tahun 2025.

Lambatnya penyerapan tenaga kerja ini terjadi di tengah kehati-hatian pebisnis melakukan perekrutan. Laporan ketenagakerjaan tersebut menunjukkan, pasar tenaga kerja tetap terjebak dalam apa yang disebut oleh para ekonom dan pembuat kebijakan sebagai mode "tidak merekrut, tidak memecat".


Baca Juga: Pasar Tenaga Kerja AS Stagnan: PHK Menurun, Rencana Rekrutmen Terendah Sejak 2009

Laporan tersebut juga mengkonfirmasi ekonomi berada dalam ekspansi tanpa penciptaan lapangan kerja. Pertumbuhan ekonomi dan produktivitas pekerja melonjak pada kuartal ketiga, sebagian disebabkan oleh booming belanja untuk akal imitasi (AI).

Pasar tenaga kerja kehilangan momentum yang cukup besar tahun lalu, sebagian besar disebabkan oleh kebijakan perdagangan dan imigrasi agresif Presiden AS Donald Trump. Namun, perlambatan tajam dalam pertumbuhan lapangan kerja sudah dimulai pada 2024.

Kabar baiknya, tingkat pengangguran turun menjadi 4,4% dari 4,5% di November. Tapi, tingkat pengangguran November direvisi turun menjadi 4,5% dari yang dilaporkan sebelumnya sebesar 4,6%.

Baca Juga: Klaim Pengangguran AS Turun Tak Terduga, Sinyal Pasar Tenaga Kerja Masih Solid

Bersamaan dengan laporan ketenagakerjaan Desember, Biro Statistik Tenaga Kerja juga menerbitkan revisi tahunan data survei rumah tangga untuk lima tahun terakhir. Tingkat pengangguran dihitung dari survei rumah tangga.

Penyesuaian pengendalian populasi tahunan, yang biasanya dimasukkan dalam laporan ketenagakerjaan Januari, akan ditunda.

Beberapa ekonom mengatakan, pasokan yang rendah telah mencegah kenaikan tajam dalam tingkat pengangguran. Mereka memperkirakan antara 50.000 dan 120.000 pekerjaan perlu diciptakan setiap bulan untuk mengimbangi pertumbuhan populasi usia kerja.

Baca Juga: Lowongan Kerja AS Anjlok di November 2025, Sinyal Pelemahan Pasar Tenaga Kerja

Realisasi ini juga lebih rendah dari konsensus proyeksi analis yang memprediksi tingkat pengangguran akan sebesar 4,5% di Desember. Ini mendukung ekspektasi The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga Januari ini.

The Fed memangkas suku bunga acuannya sebesar seperempat poin persentase menjadi kisaran 3,50%-3,75% pada Desember. Tetapi para pejabat bank sentral mengindikasikan kemungkinan akan menunda pemangkasan lebih lanjut untuk saat ini, guna mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang arah perekonomian.

Dengan faktor-faktor seperti tarif dan AI yang mencegah perusahaan untuk mempekerjakan lebih banyak pekerja, para ekonom semakin memandang tantangan pasar tenaga kerja sebagai sesuatu yang lebih bersifat struktural daripada siklikal, yang akan membuat pemotongan suku bunga kurang efektif untuk merangsang pertumbuhan lapangan kerja.

Selanjutnya: Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR 41 Triliun hingga Desember 2025

Menarik Dibaca: 5 Makanan Sehari-hari yang Bisa Bikin Tekanan Darah Naik