Bosan dengan rutinitas pekerjaan? Tidak ada salahnya mampir ke daerah Lembang, Kabupaten Bandung. Di sana ada satu objek wisata bernama Floating Market atau pasar terapung yang berada di sekitar kawasan Danau Situ Umar.
Berbeda dengan pasar apung tradisional di Sungai Barito, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Floating Market yang ada di Lembang ini dibangun dengan konsep pariwisata. Di kawasan Floating Market ini juga tersaji beberapa wahana wisata pendukung yang layak untuk dicoba, seperti taman miniatur kerta api, taman kelinci, kumpulan batu-batu yang berasal dari gunung serta flying fox.
masuknya rata-rata Rp 15.000 per orang. Eko Santoso, salah satu pengunjung Floating Market yang datang bersama keluarganya mengaku sudah merogoh kocek Rp 200.000 untuk ditukarkan dengan koin. Selain untuk membeli berbagai jajanan, koin itu digunakan untuk masuk ke beberapa wahana wisata yang tersedia. "Kalau kurang, kami tuker lagi," kata Eko. Eko memiliki alasan tersendiri mengapa tidak menukarkan koin terlalu banyak. Sebab peraturan di Floting Market menyebutkan, koin yang dimiliki pengunjung tidak dapat lagi ditukar dengan uang lagi.
dekat antara lain, miniatur lokasi-lokasi bersejarah di Bandung dan kolam renang khusus bagi perempuan berhijab. Andrianto Tristianto, Direktur Utama Perisai Utama pengelola obyek ini mengatakan, guna menunjang wahana yang ada tersebut, mereka akan memperluas lokasi Floating Market. "Kami tambah empat hektare lagi, dari luas yang ada saat ini tujuh hektare," kata dia. Berkat banjir kunjungan masyarakat ke kawasan Floating Market ini, omzet yang didapat cukup besar. Manajemen Floating Market ini mengklaim, omzet mereka lebih dari Rp 5 miliar sebulan. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News