KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan pasar mata uang global cenderung datar pada perdagangan Rabu (25/3/2026), seiring sikap hati-hati pelaku pasar terhadap upaya Amerika Serikat mengakhiri konflik dengan Iran. Investor masih meragukan progres negosiasi setelah Presiden Donald Trump menyatakan adanya kemajuan dalam pembicaraan. Namun, pihak Iran membantah telah terjadi negosiasi langsung, sehingga meningkatkan ketidakpastian di pasar.
Baca Juga: Harga Emas Melonjak 2% ke US$ 4.568 Rabu (25/3/2026) Pagi Di pasar valuta asing, euro menguat tipis 0,1% ke level US$ 1,1619. Poundsterling juga naik 0,1% ke US$ 1,3428, sementara dolar Selandia Baru bergerak stagnan di US$ 0,5834. Analis Pepperstone Chris Weston menilai, pasar mulai mengalami kelelahan terhadap berbagai sentimen geopolitik. "Pelaku pasar yang terus merespons setiap perkembangan terkait dialog AS dan Iran kini mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan," ujarnya. Pergerakan yang cenderung terbatas ini terjadi di tengah lonjakan kontrak berjangka saham dan penurunan tajam harga minyak, setelah Trump menyebut adanya kemajuan dalam upaya menghentikan perang.
Baca Juga: Ambisi Baru NASA: Basis Bulan dan Pesawat Nuklir ke Mars Sementara itu, dolar AS terhadap yen Jepang relatif stabil di level 158,645 yen. Risalah rapat Bank of Japan menunjukkan sejumlah pembuat kebijakan masih melihat kebutuhan untuk melanjutkan kenaikan suku bunga, meski tanpa target waktu yang pasti. Dolar Australia sempat melemah hingga 0,2% sebelum kembali stabil, menyusul rilis data inflasi Februari yang tercatat naik 3,7%, sedikit di bawah ekspektasi analis. Di sisi kebijakan moneter, pelaku pasar masih memperkirakan Federal Reserve akan menahan suku bunga tahun ini. Namun, probabilitas kenaikan suku bunga mulai meningkat, dengan peluang kenaikan 25 basis poin pada Desember mencapai sekitar 30%, berdasarkan data CME FedWatch.
Baca Juga: Australia Siap Tetapkan Harga Dasar Mineral Kritis, Tantang Dominasi China Gubernur The Fed Michael Barr mengatakan, suku bunga kemungkinan perlu dipertahankan pada level saat ini untuk beberapa waktu, mengingat inflasi masih berada di atas target 2% serta risiko dari konflik geopolitik. Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun 5 basis poin ke level 4,338% setelah mengalami volatilitas tinggi dalam sepekan terakhir. Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,1% ke posisi 99,126. Di pasar kripto, bitcoin menguat 1,2% ke US$ 70.910, sementara ether naik 0,8% ke US$ 2.164.