Pasar wait and see, IHSG konsolidasi



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,25% ke level 5.702,92 pada perdagangan Kamis (9/6). Pelemahan disebabkan pelaku pasar masih wait and see.

Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee bilang, pasar cenderung masih menunggu, terutama keputusan The Fed untuk menaikan suku bunga acuannya. "Selain itu ketegangan di Timur Tengah juga mendorong pelemahan. Spekulasi apakah rencana pengurangan produksi minyak bisa berlanjut menjadi pemicunya," ujar Hans, Kamis (8/6).

Hans memprediksi, Jumat (9/6), IHSG bakal kembali terkoreksi di kisaran 5.672-5.730. Kesaksian mantan direktur FBI yang dipecat Donald Trump di depan parlemen menjadi perhatian pelaku pasar, ini karena terkait campur tangan rusia terhadap pemilu AS.


Sedangkan, President of Research Indosurya Mandiri Sekuritas, William Surya Wijaya bilang, IHSG masih terlihat betah berada dalam rentang konsolidasi wajar di tengah gejolak harga komoditas. Namun, pergerakanya masih terbilang wajar meskipun masih terjadi capital outflow yang tidak terlalu besar.  "Peluang kenaikan masih cukup besar," katanya.

Dalam jangka panjang, ramal William, IHSG masih berada dalam tren naik. Investor dapat mencermati rilis data perekonomian cadangan devisa yang tercatat dalam kondisi stabil. Ini menunjukan kondisi perekonomian Indonesia masih dalam kondisi stabil.

"Jumat, indeks berpotensi menguat dengan range 5.676-5.797," prediksinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini