Pasar wait and see, volume perdagangan bursa saham sepi pekan ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,52%. Pada penutupan perdagangan Kamis (30/4), IHSG berada di level 4.716,403. Adapun pada hari ini Jumat (8/5) IHSG berada di level 4.597,43.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengamati lesunya IHSG selama sepekan ini dipicu oleh volume perdagangan yang cenderung sepi. "Volume perdagangan cenderung berada di bawah rata-rata," kata Hendriko kepada Kontan.co.id, Jumat (8/5).

Asal tahu saja, sepekan ini IHSG mencatatkan volume hingga 25,72 miliar saham dengan nilai transaksi hingga Rp 23,20 triliun. Jika dibandingkan penutupan pekan sebelumnya, volume dan nilai transaksi tersebut terhitung lebih mini. Pekan lalu, volume perdagangan mencapai 26,46 miliar dan nilai transaksi mencapai Rp 27,95 triliun.


Baca Juga: Diperberat rilis data ekonomi, IHSG terkoreksi 2,52% dalam sepekan

Menurut Hendriko hari libur menjadi salah satu faktor mininya volume perdagangan pekan ini. Akan tetapi, perdagangan harian pekan ini juga terlihat di bawah rata-rata perdagangan selama 20 hari terakhir.

Pasar yang cenderung wait and see terhadap perkembangan Covid-19 menjadi salah satu penyebab sepinya volume perdagangan. Investor menanti realisasi kota-kota besar di dunia terlepas dari karantina wilayah atau lockdown. Selain itu, rilis data pertumbuhan PDB Indonesia menjadi pertimbangan lain.

Asal tahu saja, berdasar catatan Kontan.co.id, PDB Indonesia triwulan I-2020 bertumbuh 2,97% yoy. Persentase pertumbuhan ini menurun jika dibandingkan kuartal I 2019 yang sebesar 5,07% yoy dan di kuartal IV-2019 yang sebesar 4,97% yoy.

Baca Juga: Jadi indeks dengan penurunan paling tipis, begini prospek saham pertambangan

Hendriko memperkirakan, sentimen yang memberatkan ini masih akan berlanjut pekan depan, sehingga IHSG diproyeksikan cenderung bergerak melambat. "Untuk sepekan ke depan IHSG berpotensi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah support di 4.440 hingga 4.462 dan resistance di level 4.700 hingga 4.730," imbuh Hendriko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati