Pasca akuisisi Pendopo Energi, DEWA bisnis listrik



Jakarta. PT Darma Henwa Tbk ( DEWA ) telah mengakuisisi PT Pendopo Energi Batubara (PEB) secara tidak langsung melalui PT Rocky Investment Group dan PT Putra Sukses Sentosa (PSS). Hal ini sejalan dengan rencana perusahaan yang berkeinganan masuk pada bisnis listrik atau menjadi Independent power producers (IPP).

Sekretaris Perusahaan PT Darma Henwa Tbk, Mukson Arif Rosyidi mengatakan secara tidak langsung perusahaan akan menjadi IPP melalui anak usaha PT Pendopo Energi Batubara (PEB). Nantinya PEB akan berkonsorsium dengan perusahaan lain untuk mengikuti tender kelistrikan PT PLN, proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 1x600 Megawatt di Sumatra Selatan. ”Intinya sih sinergikan bisnis perusahaan, yang nanti akan saling mendukung,” katanya kepada Kontan Rabu (27/7).

Dalam pengembanganya melalui PT Rocky Investment akan mendukung bidang usaha mining support seperti infrastruktur tambang, infrastrukut hauling, dan pembangunan civil construction. Mukson mengatakan kedepanya bisa ada diversifikasi ke bidang pembangunan lain diluar tambang. Sedangkan kepemilikan tidak langsung pada PT Pendoro Energi Batubara juga memungkinkan masuk pada bisnis listrik.


Sebagai informasi kepemilikan saham PT Darma Henwa Tbk pada Rocky Investment sebesar 99,50 %. Secara tidak langsung juga mengakuisisi PT Pendopo Energi Batubara melalui PT Indah Alam Raya yang dimiliki oleh PT Rocky Investmen sebesar 5 %. Adapun nilai akuisisi PSS atas atas Rocky sebesar Rp 50,53 Miliar yang pembayaranya dilakukan melalui net off dengan tagihan outstanding Lennette Limited di Perseroan.

Dari Bisnis DEWA sendiri, Mukson mengatakan pada kuartal II ini pendapatan perusahaan bisa baik dibanding periode tahun sebelumnya. Namun dia belum bisa membeberkan berapa peningkatan pendapatan yang sudah terealisasi.

Tapi dikuartal I, perusahaan sudah membukukan pendapatan sebesar US$ 58,95 juta, Atau naik 5,2% dari periode sama tahun 2015 sebesar Rp 56,01 juta. Adapun perusahaan juga sudah membukukan profit US$ 1,03 juta, dari periode sama tahun lalu rugi US$ 318.600.

Berdasarkan pengumuman pada Februari 2016, perusahaan milik Grup Bakrie ini mengklaim mengantongi kontrak tambang batubara milik PT Cakrawala Langit Sejahtera senilai US$ 1,8 miliar. Dalam kontrak tersebut, DEWA akan mengerjakan jasa pertambangan termasuk juga bantuan teknis serta perjanjian sewa alat tambang di Satui, Kalimantan Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto