KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga mencatat sebanyak 20 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih belum beroperasi pascagempa bumi yang melanda kawasan tersebut pada 15 Agustus 2026. Secara keseluruhan, dari total 52 SPBU yang berada di Flores, sebanyak 32 SPBU di antaranya dipastikan sudah kembali beroperasi secara normal untuk melayani masyarakat. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan, sebagian SPBU yang belum beroperasi mengalami kendala akibat pemadaman listrik, kerusakan sarana fasilitas, maupun kondisi lingkungan sekitar.
Selain itu, pada beberapa lokasi SPBU lain, sarana fisik sebenarnya berada dalam kondisi aman, namun operasional dihentikan sementara demi mempertimbangkan faktor keselamatan operator dari potensi ancaman gempa bumi susulan.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Lifting Minyak Tahun 2027 Mencapai 610.000 Barel per Hari Kata Kitty, sebagian SPBU yang belum beroperasi mengalami kendala akibat pemadaman listrik, kerusakan sarana dan fasilitas, maupun kondisi lingkungan yang masih terdampak gempa. "Sementara pada beberapa SPBU lainnya, sarana dan fasilitas dalam kondisi aman, namun operasional belum dapat berjalan karena operator masih mempertimbangkan faktor keselamatan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026). Guna memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) tetap berjalan, Pertamina Patra Niaga terus mengerahkan mobil tangki dengan pengamanan ekstra, terutama di jalur-jalur rawan yang terdampak tanah longsor. Untuk wilayah Manggarai yang memiliki dua SPBU terdampak kerusakan sarana pengisian, masyarakat diarahkan untuk mengalihkan pengisian BBM ke SPBU 54.86.501, SPBU 54.86.503, serta SPBU 54.86.509 yang beroperasi aman. "Pasokan BBM dan LPG tetap kami jaga dan pemulihan operasional SPBU dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan. Kami juga memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan energi melalui SPBU yang masih beroperasi," kata Kitty.
Di sisi lain, lanjut Kitty, sebanyak lima agen LPG di Flores dilaporkan masih beroperasi penuh dengan stok yang terus dipantau secara berkala, sedangkan 12 agen minyak tanah terdampak bencana terus dimaksimalkan distribusinya. Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menaruh perhatian khusus pada tantangan akses jalan terputus akibat longsor seperti ruas Reo–Ruteng, Ende–Bajawa, dan Trans Marapokot, sembari mengoptimalkan koordinasi bersama pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: Pasar Mobil Bekas Masih Menjanjikan, MPV di Bawah Rp 200 Juta Jadi Favorit Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News