Pasca IPO, BSA Logistics Indonesia (WBSA) Berencana Ekspansi ke Logistik Perkapalan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) berencana untuk melakukan ekspansi ke sektor logistik perkapalan.

Emiten penyedia jasa logistik ini baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat (10/4/2026). WBSA menjadi emiten pertama yang mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2026. 

Direktur Utama WBSA, Edwin Wibowo mengatakan, saat ini perusahaan telah mengoperasikan layanan logistik yang mencakup trucking, pergudangan (warehousing) dan freight atau kargo.


Baca Juga: Aspirasi Hidup (ACES) Targetkan Pembukaan 25-30 Toko AZKO di Tahun 2026

WBSA pun akan ekspansi ke layanan shipping, sejalan dengan tujuan penggunaan dana hasil IPO.

Mengacu prospektus, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sebagian besar dana hasil IPO, yakni sebesar Rp 215 miliar akan digunakan untuk mengambil alih perusahaan bernama PI Bermuda Inovasi Logistik (BIL).

WBSA akan membeli sebanyak 191.250 saham BIL dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL). Jumlah tersebut setara dengan 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh BIL.

Akuisisi akan dilakukan setelah dipenuhinya semua Persyaratan Pendahuluan, selambat-lambatnya enam bulan sejak berakhirnya tahun buku 31 Desember 2025.

Sebagai catatan, WBSA dan BNL mempunyai kesamaan penerima manfaat akhir, yaitu Andree dan Edwin Wibowo yang masing-masing kini juga menjabat sebagai Komisaris Utama dan Direktur Utama WBSA.

Sementara itu, sisa dana IPO akan digunakan untuk modal kerja perusahaan, meliputi untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari, menjaga likuiditas usaha, serta memperkuat kapasitas layanan logistik multimodanya.

“Nantinya juga ada shipping, karena Indonesia adalah negara kelautan. Kami mau mengintegrasikan seluruh Indonesia,” ujarnya saat ditemui pasca IPO di Gedung BEI, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga: Harga Emas Mulai Turun, Simak Prospek dan Strategi Investasi

Edwin menjelaskan, pengembangan layanan logistik perkapalan akan diikuti dengan penambahan armada secara bertahap. Armada tersebut akan berasal dari kepemilikan sendiri maupun kerjasama dengan mitra vendor. 

“WBSA mengandalkan model kolaborasi dengan vendor di berbagai wilayah, mulai dari Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi,” ungkapnya.

Saat ini, WBSA tercatat memiliki sekitar 1.000 armada. Meski demikian, perseroan membuka peluang penambahan armada ke depan. Ini dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan kondisi pasar.

Edwin menekankan bahwa nilai utama yang diincar dari aksi akuisisi armada kapal itu tak hanya soal penambahan kepemilikan aset, tetapi juga sinergi antar lini bisnis. 

“Integrasi antara armada kapal, truk dan gudang krusial untuk meningkatkan efisiensi operasional,” katanya.

Lebih lanjut, WBSA melihat salah satu tantangan utama sektor logistik di Indonesia adalah tingginya ketidakpastian yang berdampak pada biaya operasional. Alhasil, keterlambatan pengiriman barang kerap terjadi akibat proses tunggu antar moda transportasi yang lama.

“Misalnya kapalnya harus menunggu karena truknya belum datang atau sebaliknya,” paparnya.

Melalui IPO ini, WBSA melepas sebanyak 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. 

Harga IPO saham WBSA sebesar Rp 168 per saham, berada di batas atas kisaran bookbuilding Rp 150–Rp 170 per saham. Dengan harga tersebut, perusahaan meraih dana segar sebesar Rp 302,4 miliar dalam aksi korporasi ini.

Baca Juga: RUPS Restui Perubahan Penggunaan Dana Rights Issue WIFI Untuk Proyek Internet Rakyat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News