MOMSMONEY.ID - Setelah dua tahun fokus mengarahkan transformasi bisnis Visinema dan mengembangkan film animasi, Angga Dwimas Sasongko kembali ke kursi penyutradaraan untuk film
Ratu Malak lo. Dengan visi yang lebih besar dan terarah, Angga kini membangun masa depan film dengan
genre action Indonesia. Di tengah dominasi horor dan komedi,
genre action masih belum mencapai potensi penuhnya sebagai
genre yang dapat sukses besar di pasar lokal. Melalui pengalamannya menyutradarai
Wiro Sableng, Ben & Jody, 13 Bom di Jakarta, dan
Mencuri Raden Saleh, Angga melihat,
genre ini memiliki kekuatan naratif, visual, dan emosional yang belum banyak dimaksimalkan.
Sebagai sutradara di balik
Mencuri Raden Saleh, film
action Indonesia dengan lebih dari 2,3 juta penonton, Angga menyadari,
action bukan hanya soal kejar-kejaran dan ledakan, tapi ruang sinematik untuk menciptakan spektakel, karakter ikonik, dan narasi yang beresonansi luas. Dengan proyek terbarunya, Angga kini tengah membuat film berjudul
Ratu Malaka. Sekadar informasi saja, Ratu Malaka adalah sebuah
crime-action thriller berlatar dunia kejahatan urban yang bertabrakan dengan mitos dan kuasa spiritual. Di tengah sindikat kriminal yang dijalankan melalui ritual dukun, ramalan kekuasaan, dan struktur empat penjuru angin yang dipercaya sebagai takdir, lahirlah sosok baru yang tidak hanya menantang sistem, tetapi membakarnya hingga ke akar. Dengan pendekatan visual yang menggabungkan atmosfer neo-noir, energi aksi tangan kosong yang brutal, dan ketegangan politik internal dunia kriminal, Ratu Malaka dirancang sebagai sebuah pengalaman sinematik yang visceral dan mendalam.
Baca Juga: Ancam Posisi KKN di Desa Penari, Jumlah Penonton Film Jumbo Tembus 9,47 Juta "Waktunya kembali menyutradarai film yang membakar naluri terdalam saya sebagai
storyteller," ujarAngga Dwimas Sasongko dalam keterangan resminya, Senin (19/5). "Setelah transformasi Visinema berjalan baik dan Jumbo melampaui targetnya, saya kembali ke kursi penyutradaraan untuk mengejar sesuatu yang lebih besar: film
action dengan jiwa, darah, dan napas lokal yang keras," katanya. Dia menambahkan,
Ratu Malaka akan jadi film kelima dan akan merangkum semua pelajarannya dari rangkaian film
action seperti
Wiro Sableng, Ben & Jody, Mencuri Raden Saleh, hingga
13 Bom di Jakarta. "Tapi lebih dari itu, ini adalah karya yang personal dan monumental," jelas Angga. Pengumuman dari Cannes & kerjasama internasional Angga resmi mengumumkan proyek ini dari Marché du Film, Festival de Cannes 2025, sebagai bagian dari inisiatif memperluas ekosistem produksi dan kolaborasi kreatif lintas negara. Saat ini, ia sedang menjajaki kerja sama strategis dengan perusahaan film dari Korea Selatan dan Amerika Serikat, untuk mendukung pengembangan produksi berskala internasional dan memperluas distribusi global film ini.
Untuk proses pembuatan film
Ratu Malaka sendiri, saat ini Angga dan tim tengah dalam tahap pengembangan naskah lanjutan dan penyusunan strategi produksi. Proses
casting, pemilihan partner produksi, serta pengumuman nama-nama kunci akan disampaikan dalam waktu dekat. Produksi penuh direncanakan akan dimulai pada awal 2026.
Baca Juga: Gusur Posisi Agak Laen, Jumlah Penonton Film Jumbo Tembus 9,127 Juta Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News