Pasca Kolaps, Spirit Airlines Sebut Proses Refund Penumpang Hampir Rampung



KONTAN.CO.ID - Spirit Airlines menyatakan hampir seluruh proses pengembalian dana penumpang telah rampung setelah maskapai tersebut menghentikan operasional secara mendadak pada akhir pekan.

Melansir Reuters pada Senin (4/5/2026), maskapai berbiaya rendah asal Amerika Serikat itu membatalkan seluruh penerbangan sejak Sabtu (2/5) dini hari, membuat ribuan penumpang dan awak kabin terlantar di berbagai wilayah Amerika Serikat, Karibia, dan Amerika Latin.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Tipis Senin (4/5) Pagi, Konflik Timur Tengah Tahan Laju Minyak


Penutupan operasi ini terjadi setelah Spirit tertekan persoalan keuangan, termasuk lonjakan tajam harga bahan bakar jet yang dipicu konflik Iran.

Berdasarkan data firma analitik penerbangan Cirium, Spirit sebelumnya memiliki lebih dari 4.000 penerbangan domestik yang dijadwalkan hingga 15 Mei.

Dalam keterangannya pada Minggu (3/5), Spirit menyebut sebagian besar pelanggan yang memesan tiket menggunakan kartu kredit atau debit telah menerima pengembalian dana pada Sabtu malam. Hanya sebagian kecil transaksi yang masih dalam proses.

Meski demikian, sejumlah penumpang mengaku belum menerima kepastian. Salah satunya Jessica Stanton, yang terbang dari Myrtle Beach ke Boston untuk menghadiri wisuda kuliahnya.

Baca Juga: AS Sebut Taiwan Mitra Tepercaya, Soroti Hubungan dengan Eswatini

Ia mengatakan menerima email pembatalan penerbangan pulang pada Jumat, namun belum memperoleh informasi lanjutan mengenai refund.

Menanggapi hal itu, Spirit menyatakan proses pengembalian dana dapat memerlukan waktu hingga benar-benar tercermin di rekening pelanggan.

Sebelum kolaps, Spirit diketahui telah dua kali mengajukan perlindungan kebangkrutan setelah rencana merger dengan JetBlue Airways diblokir pemerintahan mantan Presiden Joe Biden pada 2024.

Menteri Perhubungan AS Sean Duffy menilai, kebangkrutan Spirit sebenarnya sudah lama diperkirakan.

“Mereka terus mengalami kerugian, jadi proses likuidasi ini sebenarnya hanya soal waktu,” ujar Duffy.

Baca Juga: Kapal Tanker Dihantam Proyektil Tak Dikenal di Lepas Pantai Fujairah, UEA

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyalahkan kebijakan pemerintahan Biden atas kegagalan Spirit bertahan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat mengusulkan paket penyelamatan senilai US$ 500 juta untuk membantu Spirit keluar dari kebangkrutan.

Namun, proposal itu ditolak oleh sekelompok kreditur yang menilai skema tersebut dapat menggerus nilai piutang mereka.

Rapat dewan direksi Spirit pada Jumat berakhir tanpa kesepakatan penyelamatan.

Chief Executive Officer Spirit Dave Davis mengatakan, perusahaan membutuhkan tambahan likuiditas ratusan juta dolar AS untuk mempertahankan operasi, namun dana tersebut tidak tersedia.

Baca Juga: Kapal Tanker Dihantam Proyektil Tak Dikenal di Lepas Pantai Fujairah, UEA

“Ini sangat mengecewakan dan bukan hasil yang kami harapkan,” ujarnya.

Setelah penghentian operasi Spirit, sejumlah maskapai besar seperti Frontier Airlines, Southwest Airlines, Delta Air Lines, dan American Airlines menawarkan tarif diskon sementara untuk membantu penumpang yang terdampak.

Spirit juga menyebut sekitar 1.500 awak kabin terakhir telah dipulangkan ke basis operasional masing-masing sepanjang akhir pekan.