Pasca konferensi pers Trump, Wall Street menghijau



NEW YORK. Pasar saham AS bergerak liar di sepanjang transaksi perdagangan semalam (11/1). Kendati demikian, Wall Street berakhir hijau setelah dihelatnya konferensi pers pertama Presiden AS terpilih Donald Trump.

Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,5% menjadi 19.954,28. Saham Merck menghuni posisi top gainers. Sedangkan Pfizer menghuni posisi top losers.

Adapun indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan 0,28% menjadi 2.275,32. Sektor energi berhasil memimpin kenaikan di antara delapan sektor lainnya. Adapun sektor kesehatan menjadi sektor dengan penurunan terdalam.


Indeks Nasdaq naik 0,21% menjadi 2.275,32.

Dalam setiap dua saham yang naik, terdapat satu saham yang tertekan di New York Stock Exchange. Volume transaksi perdagangan pagi ini melibatkan 878,84 juta saham dan 3,3563 miliar pada transaksi gabungan.

Pasar saham terus bergerak ke zona hijau kendati sektor kesehatan mengalami penurunan dalam menyusul pernyataan Trump.

"Kita harus mendorong industri obat-obatan kita agar bangkit. Industri obat-obatan mengalami tekanan yang luar biasa. Mereka terguncang ke kiri dan ke kanan," kata Trump pada konferensi pers yang berlangsung malam tadi.

Randy frederick, vice president of trading and derivatives Charles Schwab mengatakan, pasar saham bergerak positif setelah penjelasan Trump. Namun, kondisi ini akan berubah setelah inagurasi dilakukan. "Setelah itu, market lebih melihat aksinya ketimbang apa yang ia katakan," jelas Frederick.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie