Pasca refinancing, saham Medco lebih prospektif



KONTAN.CO.ID - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) meraup pendanaan baru. Emiten migas ini menerbitkan obligasi senilai US$ 300 juta dengan kupon sebesar 8,5%.

Analis menilai hal ini akan berdampak positif bagi kinerja MEDC. Analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada menyebut, dana obligasi ini akan positif jika digunakan oleh perusahaan untuk melakukan eksplorasi. Dia juga melihat, rasio utang MEDC masih bisa ditoleransi. "Bagi MEDC, rasio utang 1,96 kali masih rendah, karena mereka masih bisa leverage utang," kata Reza, kemarin.

Reza mengemukakan, kewajiban MEDC yang berhubungan dengan bagian jangka panjang hingga kuartal pertama tahun ini meliputi pinjaman perbankan senilai US$ 906,88 juta, wesel jangka menengah US$ 128,35 juta, obligasi rupiah setara US$ 236,27 juta, dan obligasi dollar Singapura setara US$ 71,20 juta.


Adapun rata-rata bunga yang dibebankan berkisar 8,75%-11,80% untuk obligasi rupiah; 6,05% untuk obligasi dollar AS serta 5,90% untuk surat utang dollar Singapura.

Selama kuartal I-2017, MEDC telah menurunkan rasio pinjaman jangka panjang terhadap ekuitas dibandingkan dengan kuartal I-2016. Rasio utang di tiga bulan pertama tahun ini cuma 1,96 kali, lebih rendah dibandingkan 2,15 kali di kuartal I-2016.

Penurunan ini dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik, sehingga dapat mengimbangi kenaikan jumlah pinjaman jangka panjang tersebut. Adapun penerbitan utang jangka panjang digunakan untuk membantu operasional MEDC dalam melakukan eksplorasi.

Reza beberapa kali merevisi proyeksi harga MEDC. Awalnya, Rp 1.300 per saham, naik menjadi Rp 2.050. "Usai akuisisi Newmont Nusa Tenggara, kami kembali merevisi MEDC menjadi Rp 2.770. Kini, kami menargetkan harganya Rp 3.460," tutur dia. Harga MEDC kemarin Rp 2.870 per saham.

Obligasi global MEDC memperoleh peringkat B2 dari Moody's Investors Service. Adapun Fitch Ratings dan Standard & Poor's (S&P) mengganjar obligasi ini di level B. Ketiga lembaga pemeringkat internasional itu memberikan outlook stabil.

MEDC akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi tersebut untuk refinancing. Tapi manajemen tidak menyebut utang mana yang akan dilunasi. Presiden Direktur MEDC Hilmi Panigoro menyebutkan, keberhasilan penerbitan obligasi ini dapat memperpanjang usia rata-rata jatuh tempo utang, sekaligus mengakses pendanaan baru.

Dia berharap, MEDC dapat mengembangkan bisnis dengan lebih baik lagi di masa mendatang. "Kami senang dengan kepercayaan pasar internasional terhadap bisnis kami," kata Hilmi dalam pernyataan resminya, Jumat (11/8) pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie