Pasokan ayam berkurang mengerek harga, ini penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan ayam peternakan di Indonesia tidak maksimal. Hal tersebut terlihat dari ukuran ayam yang tidak mencapai batas optimal.

"Ada penurunan produksi karena pertumbuhan ayam yang tidak optimal," ujar Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kemtan), Sugiono kepada Kontan.co.id, Rabu (17/1).

Sugiono bilang pertumbuhan ayam peternak saat ini hanya dapat mencapai 1,3 kilogram (kg) per ekor hingga 1,4 kg per ekor. Seharusnya pertumbuhan ayam optimal dapat mencapai ukuran 1,7 kg per ekor hingga 1,8 kg per ekor.


Hal tersebut membuat harga ayam saat ini naik. "Stok ayam kurang sehingga harga naik," terangnya.

Guna meningkatkan produksi, peternak perlu meningkatkan manajemen pemeliharaan. Menggunakan manajemen pemeliharaan yang baik dapat meningkatkan produksi ayam sehingga harga kembali turun.

Asal tahu saja, harga daging ayam per tanggal 17 Januari berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) naik Rp 200 menjadi Rp 34.900 per kg. Sementara berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemdag) harga daging ayam mencapai Rp 33.771 per kg.

Harga tersebut telah berada di atas harga acuan yang sebelumnya ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) no. 27 tahun 2017. Pada Permendag tersebut harga acuan daging ayam di tingkat peternak Rp 18.000 per kg. Sementara harga acuan daging ayam di tingkat konsumen sebesar Rp 32.000 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto