KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasokan batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) domestik digadang-gadang kembali seret. Bahkan ada pembangkit swasta atau atau Independent Power Producer (IPP) yang sempat mencatatkan hari operasi produksi (HOP) di level 3 hari, meski saat ini sudah menanjak ke level 10 hari. Menanggapi hal ini, Ekonom Senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Ishak Razak, menilai kondisi suplai saat ini masih berada dalam tekanan besar karena cadangan bahan bakar pembangkit berada di bawah level ideal. Ishak mengungkapkan, angka ini masih jauh dari ketentuan pemerintah yang menetapkan HOP ideal di atas 20 hingga 25 hari.
Pasokan Batubara PLTU Seret, CORE Soroti Ketidakpastian RKAB 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasokan batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) domestik digadang-gadang kembali seret. Bahkan ada pembangkit swasta atau atau Independent Power Producer (IPP) yang sempat mencatatkan hari operasi produksi (HOP) di level 3 hari, meski saat ini sudah menanjak ke level 10 hari. Menanggapi hal ini, Ekonom Senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Ishak Razak, menilai kondisi suplai saat ini masih berada dalam tekanan besar karena cadangan bahan bakar pembangkit berada di bawah level ideal. Ishak mengungkapkan, angka ini masih jauh dari ketentuan pemerintah yang menetapkan HOP ideal di atas 20 hingga 25 hari.
TAG: