KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemulihan antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali menunjukkan pentingnya kecepatan respons dan keandalan distribusi energi. Pertamina Patra Niaga sebelumnya menambah pasokan dan memperkuat armada distribusi untuk mengatasi gangguan penyaluran BBM di Pulau Dewata. Pengamat Kebijakan Energi sekaligus Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, menilai pemulihan tersebut menunjukkan kemampuan Pertamina Patra Niaga merespons gangguan pasokan dengan cepat melalui penguatan operasional.
"Pulihnya antrean BBM di Bali menunjukkan Pertamina Patra Niaga mampu bergerak cepat melalui penambahan pasokan, percepatan sandar tanker, penambahan armada, operasional SPBU dan terminal 24 jam, serta layanan antar BBM," kata Sofyano dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).
Baca Juga: BBM Langka, Bali Terapkan Sistem Ganjil Genap untuk Isi BBM Subsidi Menurut Sofyano, pemulihan pasokan BBM di Bali juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan keandalan sistem distribusi energi kepada mitra negara-negara ASEAN. Terlebih, Bali menjadi tuan rumah Pertemuan Dewan ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) ke-51 yang berlangsung hingga 28 Oktober 2026. Forum yang diselenggarakan Pertamina tersebut mengangkat tema Navigating ASEAN's Energy Future, Together: Strengthening Resilience through Collaboration. Sejumlah perusahaan energi nasional negara ASEAN serta delegasi dari Jepang, China, dan Korea Selatan turut hadir. Sofyano menilai, keandalan pasokan energi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kemampuan menangani gangguan ketika terjadi. Indonesia juga perlu memastikan sistem logistik, pengawasan, dan pencegahan krisis berjalan secara berkelanjutan. "Ini bukan sekadar respons darurat," ujarnya. Karena itu, ia mendorong penguatan stok penyangga serta sistem pemantauan dini persediaan BBM di depo dan SPBU. Langkah tersebut diperlukan agar potensi kekurangan pasokan bisa terdeteksi dan diantisipasi sebelum mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Ombudsman Desak Penyelesaian Akar Masalah Senada, ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai respons Pertamina Patra Niaga dalam menangani gangguan pasokan BBM di Bali sudah cepat dan tepat dari sisi operasional. Menurut Yusuf, penambahan pasokan, pengoperasian terminal dan SPBU selama 24 jam, serta layanan pengantaran BBM membantu mempercepat pemulihan distribusi. Respons tersebut dinilai cukup baik, mengingat Bali merupakan wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada pengiriman BBM melalui kapal.
Ia menambahkan, keandalan pasokan energi menjadi semakin penting ketika Bali menjadi tuan rumah agenda internasional. Sebab, mitra regional tidak hanya melihat hasil pemulihan, tetapi juga kemampuan Indonesia mengidentifikasi akar persoalan dan menyiapkan langkah pencegahan. Yusuf berpandangan, keterbukaan pemerintah dan Pertamina dalam menjelaskan penyebab gangguan pasokan serta langkah antisipasinya akan memberikan keyakinan lebih besar kepada mitra ASEAN. Dengan demikian, pemulihan distribusi BBM di Bali perlu diikuti penguatan sistem pasokan dan pengawasan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kelancaran distribusi di Bali, tetapi juga menjadi acuan bagi pengelolaan pasokan energi di daerah lain. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News