Pasokan Beras Pemerintah Capai 5,2 Juta Ton, Mentan: Tak Ada Impor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah mencapai 5,2 juta ton. Pasokan ini diklaim menjadi yang tertinggi sejak Indonesia merdeka. 

"Itu stok kita beras tertinggi selama merdeka. Itu 5 juta ton, 5,2 juta ton. Dulu hanya 2,6 juta ton," kata Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Rabu (6/5/2026). 

Amran juga menegaskan bahwa tingginya stok ini membuat Indonesia mencapai swasembada beras, setelah sebelumnya ketergantungan pada impor. 


Baca Juga: Coretax Ketat Awasi Wajib Pajak, Telat Lapor SPT Otomatis Kena Denda

Amran turut mengklaim bahwa gudang-gudang Bulog sudah mulai terpenuhi. Menurutnya, Bulog memiliki kapasitas gudang mencapai 3 juta ton, dan tambahannya akan dilakukan sistem sewa dari gudang swasta. 

"Kapasitas gudang hanya 3 juta ton. Sekarang 5 juta ton. Ini luar biasa," jelas Amran. 

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa Bulog mendapatkan penugasan penyerapan beras sebesar 4 juta ton setara beras. 

Bulog mencatat per 6 Mei 2026, serapan beras telah mencapai 2,4 juta ton, hampir mencapai 60% dari total penugasan yang diberikan pemerintah pusat. 

Sesuai dengan Instruksi Presiden juga ditegaskan bahwa penyerapan gabah dan beras petani dilakukan dalam kondisi any quality. Dengan catatan, gabah dan beras tersebut sudah memasuki masa panen. 

Baca Juga: Petugas Haji: Terlalu Sopan, Jemaah Indonesia Diingatkan Tak Lepas Sandal di Bir Ali

"Jadi yang dipanen yang dibeli adalah beras yang cukup umurnya, tidak seperti dahulu yang any quality saja," jelas Rizal saat peninjauan Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (6/5/2026)

Rizal memastikan penyerapan akan terus berlangsung seiring dengan masa panen yang terjadi di beberapa daerah. 

Untuk mempercepat pencapaian target 4 juta ton, BULOG akan bekerja sama dengan stakeholder terkait seperti TNI/Polri hinggi tenaga penyuluh pertanian di tingkat daerah. 

"Termasuk teman-teman media, bahkan adik-adik mahasiswa kami libatkan sebagai alat kontrol kami untuk terlibat dalam proses penyerapan," tambah Rizal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News