KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) mendukung upaya pemerintah menggalakkan upaya revitalisasi tanaman kakao, mengingat bahan baku industri di dalam negeri yang masih terbatas. Ketua Umum DPP Askindo, Jeffrey Haribowo menyebut, tantangan utama dari pengembangan produk hilir biji kakao baik fermentasi maupun non-fermentasi ialah ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan kakao. "Dari segi pasokan biji kakao dalam negeri, Indonesia mengalami tren penurunan produksi biji kakao sejak tahun 2011-2012. Bahkan, Organisasi Kakao Internasional/International Cocoa Organization (ICCO) menyampaikan produksi Indonesia hanya sekitar 160.000 ton di tahun 2023," ujarnya kepada Kontan, Rabu (25/3/2026).
Pasokan Biji Kakao Terbatas, Askindo Dukung Pemerintah Revitalisasi Tanaman Kakao
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) mendukung upaya pemerintah menggalakkan upaya revitalisasi tanaman kakao, mengingat bahan baku industri di dalam negeri yang masih terbatas. Ketua Umum DPP Askindo, Jeffrey Haribowo menyebut, tantangan utama dari pengembangan produk hilir biji kakao baik fermentasi maupun non-fermentasi ialah ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan kakao. "Dari segi pasokan biji kakao dalam negeri, Indonesia mengalami tren penurunan produksi biji kakao sejak tahun 2011-2012. Bahkan, Organisasi Kakao Internasional/International Cocoa Organization (ICCO) menyampaikan produksi Indonesia hanya sekitar 160.000 ton di tahun 2023," ujarnya kepada Kontan, Rabu (25/3/2026).
TAG: