KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga tembaga berjangka naik di atas US$ 5,8 per pon pada hari Jumat (23/1), pulih dari titik terendah beberapa minggu. Harga tembaga mengikuti kenaikan di seluruh kompleks logam seiring melemahnya dolar AS. Seperti dikutip Tradingeconomics, Jumat (23/1), permintaan aset riil meningkat karena pergeseran dinamika geopolitik AS-Eropa yang melibatkan Greenland membebani dolar AS. Ini bersamaan dengan kekhawatiran bahwa Eropa dapat menggunakan kepemilikan aset AS yang substansial sebagai senjata. Risiko pasokan juga mendukung harga setelah tambang tembaga utama Chili menghentikan produksi karena pemogokan, yang kemungkinan mengimbangi kemajuan Freeport McMoRan dalam memulai kembali operasi di tambang Grasberg Indonesia.
Pasokan dan Permintaan Global Dorong Harga Tembaga
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga tembaga berjangka naik di atas US$ 5,8 per pon pada hari Jumat (23/1), pulih dari titik terendah beberapa minggu. Harga tembaga mengikuti kenaikan di seluruh kompleks logam seiring melemahnya dolar AS. Seperti dikutip Tradingeconomics, Jumat (23/1), permintaan aset riil meningkat karena pergeseran dinamika geopolitik AS-Eropa yang melibatkan Greenland membebani dolar AS. Ini bersamaan dengan kekhawatiran bahwa Eropa dapat menggunakan kepemilikan aset AS yang substansial sebagai senjata. Risiko pasokan juga mendukung harga setelah tambang tembaga utama Chili menghentikan produksi karena pemogokan, yang kemungkinan mengimbangi kemajuan Freeport McMoRan dalam memulai kembali operasi di tambang Grasberg Indonesia.
TAG: