KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah dinamika harga, ketersediaan kedelai menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan produksi tahu dan tempe. Selain harga, perajin membutuhkan kepastian pasokan agar produksi dapat berjalan secara berkelanjutan. Pada September 2026, stok kedelai impor nasional tercatat sekitar 475.000 ton dan dinilai masih mencukupi kebutuhan nasional. Sementara harga kedelai yang diterima sejumlah perajin di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sulawesi berada di kisaran Rp 11.100-Rp 11.600 per kilogram. Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo), Hidayatullah Suralaga mengatakan, pergerakan harga kedelai dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai harga komoditas global, nilai tukar, biaya logistik hingga kondisi geopolitik dan perdagangan internasional.
Pasokan Kedelai, Kunci Menjaga Produksi Tahu dan Tempe
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah dinamika harga, ketersediaan kedelai menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan produksi tahu dan tempe. Selain harga, perajin membutuhkan kepastian pasokan agar produksi dapat berjalan secara berkelanjutan. Pada September 2026, stok kedelai impor nasional tercatat sekitar 475.000 ton dan dinilai masih mencukupi kebutuhan nasional. Sementara harga kedelai yang diterima sejumlah perajin di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sulawesi berada di kisaran Rp 11.100-Rp 11.600 per kilogram. Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo), Hidayatullah Suralaga mengatakan, pergerakan harga kedelai dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai harga komoditas global, nilai tukar, biaya logistik hingga kondisi geopolitik dan perdagangan internasional.